Vol. 52 No. 2 (2024)
Open Access
Peer Reviewed

ANALISIS MULTIMODAL WACANA KRITIS REKLAME POLITIK BAKAL CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 2024

Authors

Saprudin Padlil Syah , Abdul Jabbar Siddiq Syah , Abdulloh Jalaluddin Syah

DOI:

10.26499/wdprw.v52i2.1422

Downloads

Additional Files

Received: 2023-06-23
Accepted: 2024-10-14
Published: 2024-12-31

Abstract

In 2023, the billboards of the three presidential candidates for the Republic of Indonesia in 2024 have spread in several regions in Indonesia. The billboard as a political discourse does not only show words or images, but also has a meaning behind it. This research aims to explore the meaning behind the political billboards of the 2024 presidential candidates: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, and Prabowo Subianto. This research uses descriptive qualitative method. The data in this study are political billboards of three 2024 presidential candidates of the Republic of Indonesia with online media data sources. The data is obtained through internet searches that have appeared since 2023 and analyzed with Fairclough's analysis through three stages, namely textual dimensions, analysis of discourse practices, and analysis of sociocultural practices which in the analysis of textual dimensions, this research will apply Anstey and Bull's multimodal analysis. Based on the research, it is known that the following conclusions can be formulated. First, the billboards of Anies, Ganjar, and Prabowo have different political meanings based on textual analysis, discourse practice analysis, and sociocultural practice analysis. Second, the Anies presidential billboard shows the implied ideology and power relations between Anies, the billboard maker, and supporting parties; the Ganjar presidential billboard also shows the implied ideology and power relations between Ganjar, the billboard maker, and supporting parties; the Prabowo presidential billboard also shows the implied ideology, but only shows the power relations between two parties, namely Prabowo and the billboard maker.

Pada tahun 2023 reklame pencapresan tiga bakal calon presiden Republik Indonesia tahun 2024 sudah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Reklame tersebut sebagai sebuah wacana politik tidak hanya memperlihatkan kata-kata atau gambar saja, tetapi juga mempunyai makna di baliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna di balik reklame politik bakal calon presiden Republik Indonesia tahun 2024: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah reklame politik tiga bakal calon presiden Republik Indonesia 2024 dengan sumber data media daring. Data didapat melalui pencarian di internet yang muncul sejak 2023 dan dianalisis dengan analisis Fairclough melalui tiga tahap, yaitu dimensi tekstual, analisis praktik kewacanaan, dan analisis praktik sosiokultural yang pada analisis dimensi tekstual, penelitian ini akan menerapkan analisis multimodal Anstey dan Bull. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa dapat dirumuskan simpulan sebagai berikut. Pertama, reklame pencapresan Anies, Ganjar, dan Prabowo mempunyai makna politik yang berbeda berdasarkan analisis tekstual, analisis praktik kewacanaan, dan analisis praktik sosiokultural. Kedua, pada reklame pencapresan Anies tersirat adanya ideologi dan relasi kuasa di antara Anies, pembuat reklame, dan partai pendukung; pada reklame pencapresan Ganjar tersirat adanya ideologi dan adanya relasi kuasa di antara Ganjar, pembuat reklame, dan partai pendukung; pada reklame pencapresan Prabowo pun tersirat adanya ideologi, tetapi hanya menunjukkan relasi kuasa antara dua pihak, yaitu Prabowo dan pembuat reklame.

Keywords:

critical discourse analysis, multimodal, 2024 presidential election, analisis wacana kritis, pilpres 2024

References

Akmal, A. D., Permana, I., Fajri, H., & Yuliarti, Y. (2022). Opini Masyarakat Twitter terhadap Kandidat Bakal Calon Presiden Republik Indonesia Tahun 2024. Jurnal Manajemen Dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 4(4), 292–300. https://doi.org/10.24036/jmiap.v4i4.160

Anshari, F. (2013). Komunikasi Politik di Era Media Sosial. Jurnal Komunikasi, ISSN 1907-898X Volume 8, Nomor 1, Oktober 2013, 8(1), 91–101. http://dosen.univpancasila.ac.id/dosenfile/7014211002154994371612February2019.pdf. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol8.iss1.art7

Anstey, & Bull. (2010). Helping teachers to explore multimodal texts. Curriculum and Leadership Journal. Vol. 8(16). Dapat Diakses Di Http://Www.Curriculum.Edu.Au/Leader/Helping_teachers_to_explore_multimodal_texts,31522.Html?IssueID=12141.

Astuti, H. Y. (2020). Analisis Wacana Kritis Pada Pidato Politik Mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Critical Discourse Analysis on Political Speech By the Former Head of Golkar, Abu Rizal Bakrie). Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 10(2), 167. https://doi.org/10.20527/jbsp.v10i2.9374

Djabier, Y. S. (2015). Implementasi Kebijakan Izin Penyelenggaraan Reklame Di Kota Palu. E-Jurnal Katalogis, Volume 3 Nomor 11, Nopember 2015 Hlm 51-60 ISSN: 2302-2019, 3(11), 51–60.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. LKIS.

Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. Longman.

Handono, S. (2017). Implikatur Kampanye Politik Dalam Kain Rentang Di Ruang Publik. Aksara, 29(2), 253. https://doi.org/10.29255/aksara.v29i2.52.253-266

Harun, H., Anisa Maulidiah Alam, & Jufri, J. (2024). Analisis Wacana Kritis pada Pidato Presiden Tahun 2022: Model Norman Fairclough. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(1), 169–181. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3163

Kvåle, G. (2016). Software as ideology. Journal of Language and Politics, 15(3), 259–273. https://doi.org/10.1075/jlp.15.3.02kva

Lubis, F. H. (2017). Analisis Semiotika Billboard Pasangan Calon Walikota Dan Wakil Walikota Medan 2015. Jurnal Interaksi | Volume : 1 | Nomor : 1 | Edisi : Januari 2017 | Hlm 17-42 Pendahuluan, 1 NO 1(3), 17–42. http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/interaksi/article/view/877

Ma, J., & Stahl, L. (2017). A multimodal critical discourse analysis of anti-vaccination information on Facebook. Library and Information Science Research, 39(4), 303–310. https://doi.org/10.1016/j.lisr.2017.11.005

Mazlum, F., & Afshin, S. (2016). Evaluative Language in Political Speeches: A Case Study of Iranian and American Presidents’ Speeches. International Journal of Linguistics, 8(4), 166. https://doi.org/10.5296/ijl.v8i4.9398

Mohajan, H. K. (2018). Qualitative Research Methodology in Social Sciences and Related Subjects. Journal of Economic Development, Environment and People, 7(1), 23. https://doi.org/10.26458/jedep.v7i1.571

Mukti, A., Hadiyanti, A. D., Nurlaela, A., & Panjaitan, J. (2023). Sistem Analisa Sentiment Bakal Calon Presiden 2024 Menggunakan Metode NLP Berbasis Web. Soscied, 6(1), p-ISSN.

Oktavia, Y., & Silitonga, F. (2016). Implementasi Analisis Wacana Kritis Perspektif Leeuwen dalam Berita Politik Surat Kabar Padang Ekspres Terhadap Pembelajaran Bahasa Berbasis Teks. 1(2), 201–213.

Pardede, P., Rasyid, Y., Anwar, M., & Indonesia, U. K. (2023). Manipulasi Linguistik sebagai Instrumen Politik dalam Animal Farm : Sebuah Analisis Wacana Kritis Linguistic manipulation as a political instrument in Animal Farm : a critical discourse analysis Pendahuluan Kekuasaan adalah instrumen utama bagi penguasa u. 6(2), 449–466. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i2.605

Siregar, A. L., Gurning, B., & Santoso, D. (2019). Stereotyped Language About Women on Internet Memes of Meme Comic Indonesia (A Multimodal Critical Discourse Analysis). Linguistik Terapan 15 (2) (2018): 102-112 Jurnal, 15(2), 102–112. https://doi.org/10.24114/lt.v15i2.12350

Sukma, B. P. (2018). Sistem Appraisal pada Slogan dalam Kain Rentang Kampanye Politik Bakal Calon Kepala Daerah Kabupaten dan Kota Bogor. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 7(2), 132. https://doi.org/10.26499/rnh.v7i2.603

Susanti, D. I. (2018). Kajian Semiotika pada Papan Reklame Kampanye Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023. Jurnal Desain, 6(01), 27. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v6i01.2758

Syah, S. P. (2024). Analisis Multimodal Wacana Kritis Pidato Politik Bakal Calon Presiden Republik Indonesia 2024. Suar Betang, 19(1), 29–46. https://doi.org/10.26499/surbet.v19i1.14721

Van Leeuwen, T. (2009). Discourse and Practice: New Tools for Critical Discourse Analysis. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780195323306.001.0001

Walia, R. (2015). A Saga of Qualitative Research. Sociology and Criminology-Open Access, 04(01), 1–4. https://doi.org/10.4172/2375-4435.1000124

Yanti, N. P. D. E., Putrayasa, I. B., & Artika, I. W. (2019). Analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk pada teks pidato klaim kemenangan pilpres 2019. Jurnal Imiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(3), 356-362.

Author Biography

Saprudin Padlil Syah, Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

How to Cite

Syah, S. P., Syah, A. J. S., & Syah, A. J. (2024). ANALISIS MULTIMODAL WACANA KRITIS REKLAME POLITIK BAKAL CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 2024. Widyaparwa, 52(2), 469–484. https://doi.org/10.26499/wdprw.v52i2.1422

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.