NARASI REALISME MAGIS DALAM ANTOLOGI REPORTASE PARADE HANTU SIANG BOLONG: KAJIAN JURNALISME SASTRAWI
MAGICAL REALISM NARRATIVE IN A REPORTAGE ANTHOLOGY PARADE HANTU SIANG BOLONG: LITERARY JOURNALISM STUDIES
DOI:
10.26499/wdprw.v53i2.1321Downloads
Abstract
This study aims to find the embodiment of the magical realism elements and the narrative mode of magical realism in Parade Hantu Siang Bolong by Titah AW. Instead of literary works, the object of this research is journalistic works, because if magical realism is close to the Indonesian society, researching people's lives through journalistic works will be more effective. This research is theoretically oriented toward five elements of magical realism by Wendy B. Faris and narrative mode by Gérard Genette. The research data was collected through a literature study and analyzed descriptively. The results indicate that elements of magical realism in the form of supernatural beings, myths, beliefs, and magical objects encourage people to perform rituals and adhere to certain teachings to achieve several goals. Magical realism is used as a narrative mode to camouflage sensitive matters that are difficult to report on reports that are not literary journalism.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perwujudan elemen-elemen realisme magis dan modus naratif realisme magis dalam antologi reportase jurnalisme sastrawi yang berjudul Parade Hantu Siang Bolong karya Titah AW. Alih-alih karya sastra, objek penelitian ini adalah karya jurnalistik, sebab jika realisme magis adalah konsep yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia, meneliti keseharian masyarakat lewat karya jurnalistik yang notabene faktual akan lebih efektif. Penelitian ini berorientasi teoretis pada konsep lima elemen realisme magis Wendy B. Faris dan modus naratif Gérard Genette. Data penelitian ini dikumpulkan melalui studi literatur dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, elemen-elemen realisme magis dalam Parade Hantu Siang Bolong yang berupa makhluk gaib, mitos, keyakinan, dan benda magis mendorong masyarakat untuk melakukan ritual-ritual dan mematuhi suatu ajaran demi mencapai tujuan tertentu, misalnya memperoleh ketenteraman atau mencegah bala. Realisme magis digunakan sebagai modus naratif untuk mengamuflase peristiwa atau hal-hal sensitif berbaru SARA yang umumnya sulit diberitakan reportase non-jurnalisme sastrawi.
Keywords:
realisme magis, jurnalisme sastrawi, modus naratif, fokalisasiReferences
Aldea, E. 2014. Magical Realism and Deleuze: The Indiscernibility of Difference in Postcolonial Literature. London: Bloomsbury Publishing.
Chang, Y. 2016. Magic Realism, Neurodiversity, and Carnivalesque in James McBride’s Song Yet Sung. International Journal of Comparative Literature and Translation Studies, 4(2), 1–9. https://doi.org/10.7575/aiac.ijclts.v.4n.2p.38
Christanty, L. 2019. Hikayat Kebo: Sehimpun Laporan tentang Orang-Orang Pinggiran. Yogyakarta: Circa.
Creswell, J. W. 2017. Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches (Fourth Edition). London: SAGE Publications.
Didipu, H. 2019. Teori Naratologi Gérard Genette (Tinjauan Konseptual). Telaga Bahasa, 7(2), 1–8. https://doi.org/10.36843/tb.v7i2.58
Faris, W. B. 2004. Ordinary Enchantments: Magical Realism and the Remystification of Narrative. Nashville: Vanderbilt University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctv17vf68f
Genette, G. 1980. Narrative Discourse: An Essay in Method. New York: Cornell University Press.
Harsono, A. 2008. Ibarat Kawan Lama Datang Bercerita. In Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Hasanah, F., Subekti, M., & Handayani, V. T. 2018. Makna Realisme Magis dalam Novel Jours De Colère Dan ’Enfant Méduse Karya Sylvie Germain. Litera, 17(3), 21–34. https://doi.org/10.21831/ltr.v17i3.19990
Himawan, K. K. 2013. Pemikiran Magis: Ketika Batas antara Magis dan Logis Menjadi Bias. Jakarta: Indeks.
Junus, U. 1986. Sosiologi Sastra: Persoalan Teori dan Metode. Kualalumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pelajaran Malaysia.
Kodiran. 1984. Kebudayaan Jawa". Dalam Koentjaraningrat (ed.). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan Penduduk Pantai Utara Irian Jaya”. Dalam Koentjaraningrat (ed.). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Kurnia, S. S. 2002. Jurnalisme Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. 2009. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.
Mono, H. 2001. Praktik Jurnalistik: Teknik Meliput dan Menulis Berita. Malang: Forum Kajian Indonesia.
Pamungkas, O. Y. 2021. Eko-Sufisme Jawa: Representasi Ekokritik dalam Sastra. Yogyakarta: Lintas Nalar.
Putra, M. S. 2010. Literary Journalism: Jurnalistik Sastrawi. Jakarta: Salemba Humanika.
Putri, I. R., Afandi, A. N., & Pheni, C. K. 2022. Fokalisasi Pada Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye: Kajian Naratologi Gerard Genette. Journal of Science, Education and Studies, 1(1), 1–9.
Sari, R. A. 2018. Narasi Realisme Magis dalam Novel Puya ke Puya Karya Faisal Oddang: Konsep Karaktertistik Realisme Magis Wendy B Faris. Jurnal Sapala, 5(1), 1–10.
Setiawan, R. 2018. Pascakolonial: Teori, Wacana, dan Aplikasi. Yogyakarta: Gambang.
Sundusiah, S. 2015. Memahami Realisme Magis Danarto dan Marquez. Lingua, 12(1), 43–54. https://doi.org/10.30957/lingua.v12i1.76
Titah, A. W. 2020. Parade Hantu Siang Bolong. Yogyakarta: Warning Books.
Zed, M. 2004. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
License
Copyright (c) 2025 Widyaparwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


