TRANSFORMASI CERITA ENDANG RARA TOMPE DALAM PERTUNJUKAN KETHEK OGLENG PACITAN
DOI:
10.26499/wdprw.v49i1.294Downloads
Additional Files
Abstract
 This research aims to: 1) describe the plot of Endang Roro Tompe story and Kethek Ogleng performance art; 2) describe the transformation process of Endang Roro Tompe story into Kethek Ogleng performance art. The data were collected by these four steps: 1) observing Kethek Ogleng performance art, 2) recording the video and audio of Endang Rara Tompe’s story ; 3) describing the video recording based on the performance and transcribing the audio recording of Endang Roro Tompe. The result shows that Kethek Ogleng performance art is influenced by the plot of Panji Endang Rara Tompe. However, in the whole story, the performance only takes several scenes: The monkey comes, the monkey meets Endang Rara Tompe, the monkey falls in love with Endang Rara Tompe, and the monkey leaves back to the kingdom. There are two changing patterns from Endang Rara Tompe’s hypogram into Kethek Ogleng performance art. The first change deals with the cut of scenes. Kethek Ogleng performance art only explains the end of Endang Rara Tompe’s story. The story of Jenggala Kingdom is omitted in Kethek Ogleng performance art. The second is changing the main character. The author changes the main character from Dewi Sekartaji into Panji Asmarabangun or the monkey.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan deskripsi pola alur Cerita Endang Rara Tompe dan pertunjukan Kethek Ogleng; 2)menghasilkan deskripsi proses transformasi dari Cerita Endang Rara Tompe ke pertunjukan Kethek Ogleng. Data dikumpulkan dengan cara: 1) pengamatan pertunjukan Kethek Ogleng; 2) perekaman video pertunjukan Kethek Ogleng dan perekaman audio cerita Endang Rara Tompe; 3) pendeskripsian struktur pertunjukan pertunjukan; pentranskripsian hasil rekaman cerita Endang Rara Tompe. Analisi data dilakukan dengan cara 1) menyusun struktur pertunjukan (visual) Kethek Ogleng; 2) menyusun struktur cerita (lisan) Endang Rara Tompe; 3) membandingkan struktur pertunjukan (visual) Kethek Ogleng dengan struktur cerita (lisan) Endang Rara Tompe; 4) menganalisis pola perbedaan dan persamaan antara bentuk lisan dan bentuk visual. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur pertunjukan Kethek Ogleng dipengaruhi oleh pola alur cerita Panji Endang Rara Tompe. Namun, secara keseluruhan kisah, hanya diambil beberapa pertistiwa saja yaitu: kemunculan kera, pertemuan kera dengan Endang Rara Tompe, adegan jatuh cinta, dan adegan kembali ke kerajaan. Terdapat dua pola pemindahan dari hipogram Cerita Endang Rara Tompe ke pertunjukan Kethek Ogleng. Pertama yaitu pemotongan Adegan. Pertunjukan Kethek Ogleng hanya berisi bagian akhir dari cerita Endang Rara Tompe. Adegan kerajaan Jenggala tidak dimunculkan dalam pertujukan Kethek Ogleng. Keduaya itu alih tokoh utama. Pengarang mengubah tokoh utama dari Dewi Sekartaji menjadi Panji Asmarabangun atau tokoh kera.
Â
Keywords:
transformation, story, performance art, Kethek Ogleng, transformasi, cerita, pertunjukanReferences
Andayani, A. 2011. "Transformasi Teks Dari Pancatantra India ke Tantri Kamandaka Jawa Kuno: Telaah Sastra Bandingan". Jurnal Ilmiah Kajian Sastra, Volume 14 No. 2. Hal 138-155., 14(2), 138–155.
Azizah, R. N., Bagiya, & Faizah, U. 2018. "Kajian Intertekstualitas Novel Perempuan Berkalung Sorban Karya Abidah El Khalieqy dan Film Kartini Karya Hanung Bramantyo dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XII SMA". 6(55), 676–683. gaya bahasa, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran.
Haryatmo, S. 2015. "Kisah Nabi Khidir dalam Sastra Suluk: Resepsi dan Transformasi*)". 43(2), 177–188. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/wdprw.v43i2.116
Hasanah, F., Subekti, M., & Tri Handayani, V. 2018. "Makna Realisme Magis dalam Novel Jours De Colère Dan ’Enfant Méduse Karya Sylvie Germain". Litera, 17(3), 316–335. https://doi.org/10.21831/ltr.v17i3.19990
Hikmah, F., & Roihanah, R. 2017. "A Javanese Panji Romance: Analisis Struktur Cerita Panji Pada Naskah Wangbang Widaya". INTAJ : Jurnal Penelitian Ilmiah, 1(2), 29–46. https://doi.org/10.35897/intaj.v1i2.93
Manuaba, I. B. 2013. "Keberadaan Dan Bentuk Transformasi Cerita Panji". Litera, 12(1). https://doi.org/10.21831/ltr.v12i01.1325
Nurgiyantoro, B. 2005. Teori Pengkajian Fiksi. UGM Press.
Pigeaud, T. G. T. 1967. Literature of Java: Synopsis of Javanese literature 900-1900 A.D. Springer.
Poerbatjaraka, R. M. N. 1968. Tjerita Pandji dalam Perbandingan. Gunung Agung.
Ramadhanti, D., & Yanda, D. P. 2018. "Transformasi Teks Kaba Sabai Nan Aluih Menjadi Komik Kaba Sabai Nan Aluih". Atavisme, 21(2), 194–208.
Ratna, N. K. 2010. Sastra Dan Cultural Studies: Representasi Fiksi Dan Fakta. In Pustaka Pelajar.
Ratna, N. K. 2020. Sastra dan Cultural Studies: Representasi Fiksi dan Fakta. Pustaka Pelajar.
Riffaterre, M. 1978. Semiotic Of Poetry. Indiana Of University Perss.
Rohidi, T. R. 2011. Metodologi Penelitian Seni. Citra Prima Nusantara.
Santosa, P., & Djamari. 2013. "Kajian Intertekstual Tiga Puisi tentang Nabi Luth Bersama Kaum Sodom dan Gomora". Widyaparwa, 41(1), 13--28.
Sidik, U. 2016. "Tranformasi Kisah Ashabul Kahfi Dalam Ahlul Kahfi Karya Taufiq Al-Hakim (Transformation Story “Ashabul Kahfi†in Ahlul Kahfi By Taufiq Al-Hakim)". Widyaparwa, 44(2), 122–135. https://doi.org/10.26499/wdprw.v44i2.144
Suseno, C. A. 2013. Nilai-Nilai Sosial Kesenian Kethek Ogleng di Desa Tokawi Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Sutopo, B., Hendriyanto, A., & Mustofa, A. (2018. Kethek Ogleng Kesenian Monumental Asli Tanah Pacitan. Ladang Kata.


