Vol. 53 No. 1 (2025): Widyaparwa
Open Access
Peer Reviewed

FENOMENA PENAMAAN KEDAI KOPI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA: SUATU TINJAUAN ETNOLINGUISTIK

THE PHENOMENON OF NAMING COFFEE SHOPS IN THE SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA: AN ETHNOLINGUISTIC REVIEW

Authors

Ghozali Saputro

DOI:

10.26499/wdprw.v53i1.974

Downloads

Received: 2022-01-19
Accepted: 2024-12-29
Published: 2025-11-28

Abstract

Coffee shop businesses are rife in society, especially among young people who live in student cities, such as those in the Special Region of Yogyakarta (DIY). Often, we can find coffee shops with unique and interesting names. The name of a coffee shop plays an important role in marketing to attract customers. This study was conducted to describe the categorization of the naming of coffee shops in DIY based on the language used and categorization based on their meaning. The data collected were 100 names of coffee shops in 4 regencies (Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul) and one city (Yogyakarta) in DIY Province via Google Maps. This study used a qualitative and quantitative method. The results of this research are (1) the naming of coffee shops in DIY using monolingual and bilingual. As for the intensity of the emergence, monolingual (Indonesian leads with 35%, followed by English 21% and Javanese 13%), whereas bilingual 31%. (2) Regarding meaning categorization, various meanings were found, namely those related to places, people or characters, affection, social, and particular themes.

Usaha kedai kopi marak dijumpai di masyarakat terutama di kalangan anak muda, apalagi di kalangan mereka yang tinggal di kota pelajar seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tidak jarang, dapat dijumpai kedai kopi dengan nama-nama yang unik dan menarik. Nama kedai kopi memerankan salah satu faktor penting di bidang pemasaran guna menggaet pelanggannya. Penelitian ini dilakukan guna mendeskripsikan kategorisasi penamaan kedai kopi di DIY berdasarkan bahasa yang digunakan dan maknanya. Data terkumpul sejumlah 100 nama kedai kopi dari 4 kabupaten (Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul) dan satu kota (Yogyakarta) di Provinsi DIY melalui Google Maps. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) penamaan kedai kopi di DIY menggunakan monolingual dan bilingual. Adapun intensitas kemunculannya, yaitu monolingual (bahasa Indonesia 35%, bahasa Inggris 21% dan bahasa Jawa 13%), sedangkan bilingual 31%. (2) Dalam hal kategorisasi maknanya, ditemukan makna-makna yang beragam, yakni berkaitan dengan tempat, orang atau karakter, afeksi, sosial, dan tema tertentu.

Keywords:

name, coffee shop, language, meaning

References

Abdullah, Wakit. 2016. “Ethnolinguistic Study of Local Wisdom in Ex-Residency of Surakarta.” Jurnal Humaniora 28(3):279. https://doi.org/10.22146/jh.v28i3.22279

Adams, J. N., Mark Janse dan Simon Swain. 2002. “Bilingualism in Ancient Society: Language Contact and the Written Text.” Oxford: Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780199245062.001.0001

Aribowo, Eric Kunto. 2019. “Analisis Bibliometrik Berkala Ilmiah Names: Journal of Onomastics dan Peluang Riset Onomastik Di Indonesia.” Aksara 31(1):85. https://doi.org/10.29255/aksara.v31i1.373.85-105

Chaika, Elaine. 1987. Language the Social Mirror. Massachusetts: Newbury House Publishers, Inc.

Eskiev, Musa. 2021. “Naming as one of the most important elements of brand management.” SHS Web of Conferences 128:01028. https://doi.org/10.1051/shsconf/202112801028.

Fraenkel, Jack R., Wallen, Norman E. 2011. How to Design and Evaluate Research in Education. 8th ed. New York: McGraw-Hill Companies.

Giles, H., & Powesland, P. F. 1975. Speech Style and Social Evaluation. London: Academic Press.

Hadari, Prahastuti Nastiti, dan Hendrokumoro. 2021. “Tingkat Tutur dan Fungsi Sosialnya Dalam Penggunaan Bahasa Jawa Oleh Masyarakat Penutur Bahasa Jawa di Lampung.” Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya 306–11.

Hanum, Fauziah. 2014. “Peran Dan Fungsi Bahasa Indonesia Dalam Manajemen Pemasaran.” Ecobisma (Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Manajemen) 1(1):98–107. https://doi.org/10.36987/ecobi.v1i1.1397.

Haris, Abdul, dan Abdur Rosid. 2018. “Kabotan Jeneng: Mitos Mengubah Nama di Masyarakat Jember.” Institut Agama Islam Negeri Jember.

Herlyana, Elly. 2012. “Fenomena Coffee Shop Sebagai Gejala Gaya Hidup Baru Kaum Muda.” ThaqÃfiyyÃT 13(1):188–204.

Hidayat, Fahmi, dan Ahmad Khoiril Anam. 2020. “Anthropolinguistic Study of Coffee Shop Names in Kemang Areas, South Jakarta.” Literatus 2(1):52–58. https://doi.org/10.37010/lit.v2i1.30

Hidayatullah, Arief. 2013. “Nilai-nilai Pendidikan Karakter pada Tokoh Wayang Semar.” UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta.

Ilyas dkk. 2021. “Tren Penggunaan Bahasa Asing pada Nama Diri Masyarakat Jawa.” Widyaparwa 49(1):68–80. https://doi.org/10.26499/wdprw.v49i1.765

Joos, Martin. 1967. The Style of Five O’Clocks. Boston: Winthrop Publisher, Inc.

Kang, dkk. 2012. “Understanding customer behavior in name-brand Korean coffee shops: The role of self-congruity and functional congruity.” International Journal of Hospitality Management 31(3):809–18. doi: https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2011.09.017.

Koentjaraningrat. 1976. Politik Bahasa Nasional. jakarta: Balai Pustaka.

Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Jakarta.

Lauder, A. F., & Lauder, M. 2007. “Berbagai Kajian Linguistik.” in Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik, diedit oleh dkk Kushartanti. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Lauder, Allan. 2008. “the Status and Function of English in Indonesia: a Review of Key Factors.” Makara Human Behavior Studies in Asia 12(1):9. https://doi.org/10.7454/mssh.v12i1.128.

Leech, Geoffrey. 1981. Semantics. 2nd Editio. London: Penguin Books.

Liao and Chan. 2024. “Coffee shop-naming practices in Shanghai.” Chinese Semiotic Studies (November):577–95. https://doi.org/10.1515/css-2024-2028.

Motschenbacher, Heiko. 2020. “Corpus Linguistic Onomastics: A Plea for a Corpus-Based Investigation of Names.” Names 68(2):88–103. https://doi.org/10.1080/00277738.2020.1731240.

Munandar, Aris. 2013. “Pemakaian Bahasa Jawa dalam Situasi Kontak Bahasa di Daerah Istimewa Yogyakarta.” Humaniora 25(1):92–102.

Nuessel, Frank. 2014. “A note on the brand names for ‘bath salts.’” Names 62(1):49–56. https://doi.org/10.1179/0027773813Z.00000000067.

Palmer, F. R. 1981. Semantics. Vol. 60. 2nd Editio. London: Cambridge University Press.

Rashid, Ghose, Cohen. 2017. “Brand Identity: Introducing Renewed Concept for Coffee Shops.” PEOPLE: International Journal of Social Sciences 1(1):1056–75. https://doi.org/10.20319/pijss.2015.s21.10561075.

Santosa, Marisa Puteri Sekar Ayu. 2020. “Analisis Penamaan Kedai Kopi Di Surabaya: Kajian Etnolinguistik.” KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra 3(2):386–99. https://doi.org/10.24176/kredo.v3i2.4788.

Sartini, Ni Wayan. 2002. “Penggunaan Bahasa Jawa dalam Lanskap Linguistik di Surabaya: Upaya Pelestarian Bahasa Jawa di Ruang Publik.” Kongres Bahasa Jawa VI 276–87.

Simatupang, M. 1999. “Bahasa Inggris: Variasi Yang Mana? Suatu Tinjauan Ulang Tentang Status Bahasa Inggris di Indonesia.” Hal. 63–84 in B.K. Purwo (Ed). PELLBA 12 (Pertemuan Linguistik Lembaga Bahasa Atma Jaya: Kedua Belas). Jakarta: Pusat Kajian dan Budaya Unika Atma Jaya.

Subayono. 2021. “Sugriwa subali.” Makalanga 8(1):90–97.

Suwansa, Aris, Wahidah Nasution, dan Teuku Mahmud. 2021. “Kajian Penamaan Kedai Kopi di Kota Banda Aceh : Sebuah Pendekatan Etnolinguistik.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2(1).

Utley, Francis Lee. 1963. “The linguistic component of onomastics.” Names 11(3):145–76. https://doi.org/10.1179/nam.1963.11.3.145.

Wijana, I. Dewa Putu. 2014. “Studi Tentang Nama-Nama Badan Usaha Di Daerah Istimewa Yogyakarta.” Humaniora 3(1):56–64.

Wijana, I. Dewa Putu. 2015. Pengantar Semantik Indonesia. Yogyakarta: Prodi S-2 Linguistik FIB UGM bekerja sama Pustaka Pelajar.

Wulansari, Dwi Windah. 2020. “Padang Restaurant Names in Surabaya: A Linguistic Anthropology.” Language Circle: Journal of Language and Literature 15(1):98–103. https://doi.org/10.15294/lc.v15i1.25151.

Zahra, Soraya Tsamara, Eddy Setia, dan Thyrhaya Zein. 2021. “Linguistic landscape on coffee shop signboards in Medan.” Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) 4(3):5445–57.

Zhao, Dan. 2021. “Snack Names in China: Patterns, Types, and Preferences.” Names 69(4):13–20. https://doi.org/10.5195/names.2021.2345.

Author Biography

Ghozali Saputro, Gadjah Mada University

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

How to Cite

Saputro, G. (2025). FENOMENA PENAMAAN KEDAI KOPI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA: SUATU TINJAUAN ETNOLINGUISTIK: THE PHENOMENON OF NAMING COFFEE SHOPS IN THE SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA: AN ETHNOLINGUISTIC REVIEW. Widyaparwa, 53(1), 1–15. https://doi.org/10.26499/wdprw.v53i1.974

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 18 19 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.