Vol. 50 No. 2 (2022)
Open Access
Peer Reviewed

VERBA ITERATIF DALAM BAHASA SUNDA

Authors

Emma Maemunah , Dyah Susilawati , Rini Esti Utami

DOI:

10.26499/wdprw.v50i2.1136

Downloads

Received: 2022-08-03
Accepted: 2022-12-08
Published: 2022-12-19

Abstract

Iterative verbs are verbs that express an activity which occurs many times or repeatedly. Iterative verbs are characterized by language forms that arise as a result of morphological processes. This study describes the types of iterative verbs in Sundanese language in their morphological behavior. Iterative verb data were obtained from written sources using the listening method for providing data and followed by note-taking techniques. The data were analyzed using the distributional method with the two-by-two opposition technique. The results showed that morphologically iterative Sundanese verbs are characterized by affixation and reduplication. There are seven types of iterative verb marker affixations in Sundanese, namely D-an, di-D-an, di-D-ar-an, N-D-an, N-D-ar-an, ka-D-an, and (pa)ting +D. Meanwhile, reduplication of iterative verb markers in Sundanese is dwilingga dwimurni, dwilingga dwireka, dwilingga with R-keun suffix, dwilingga with N-R-keun confix, dwilingga with ka-R prefix, dwipurwa reduplication, dwipurwa with prefix and suffix ti–ar-R, dwilingga and dwipurwa with the suffix R-an, dwilingga and dwipurwa with the confix di-R-keun. The accompanying markers for iterative verbs are hantem, teu weleh, tansah, haben, mindeng, remen, often, osok, kungsi, and sometimes.

Verba iteratif merupakan verba yang menyatakan suatu aktivitas yang terjadi berkali-kali atau berulang-ulang. Verba iteratif ditandai oleh bentuk bahasa yang muncul akibat proses morfologis. Dalam penelitian ini digambarkan jenis verba iteratif bahasa Sunda dalam perilaku morfologisnya. Data verba iteratif diperoleh dari sumber tertulis dengan metode simak untuk penyediaan data dan dilanjutkan dengan teknik catat. Data dianalisis dengan metode distribusional dengan teknik oposisi dua-dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologis verba iteratif bahasa Sunda ditandai oleh afiksasi dan reduplikasi.  Terdapat tujuh jenis afiksasi penanda verba iteratif bahasa Sunda, yakni D-an, di-D-an, di-D-ar-an, N-D-an, N-D-ar-an, ka-D-an, dan (pa)ting+D. Sementara itu reduplikasi penanda verba iteratif bahasa Sunda adalah reduplikasi dwilingga  dwimurni, dwilingga dwireka, dwilingga dengan sufiks R –keun, dwilingga dengan konfiks N-R-keun, dwilingga dengan prefiks ka- R, reduplikasi dwipurwa, dwipurwa dengan prefiks dan sufiks ti–ar-R, dwilingga dan dwipurwa dengan sufiks R-an, dwilingga dan dwipurwa dengan konfiks di-R-keun. Pemarkah penyerta verba iteratif adalah hantem, teu weleh, tansah, haben, mindeng, remen, sering, osok, kungsi, dan kadangkala.

Keywords:

iterative verbs, affixation, reduplication, meaning, verba iteratif, afiksasi, reduplikasi, makna

References

Alwi, Hasan, dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (4th ed.). Badan Pengembangan dan Pembinaan Baha-sa.

Asrumi. 2014. Sistem Morfologi dan Sintaksis Ka-tegori Verba Deverbal dalam Bahasa Osing. UNS Surakarta.

D. Edi Subroto. 2007. Pengantar Metode Penelitian Lingustik Struktural. Sebelas Maret Univeritas Press.

Danadibrata. 2015. Kamus Bahasa Sunda. Kiblat Buku Utama.

Fachrul Hamdi, N. J. 2019. Reduplikasi Morfemis dalam Bahasa Mentawai di Kecamatan Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jurnal Bahasa dan Sastra, 6(4), 535–546. https://doi.org/10.24036/81046010

Kridalaksana, H. 2007. Pembentukan kata da-lam bahasa Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.

Kuswari, U. dan H. (2015). Morfologi Basa Sunda. November 2015, 22.

Munandar, Y. 2016. “Afiks Pembentuk Verba Bahasa Sunda.†Jurnal Humanika, No. 16.

Nova, A. P. 2022. Bentuk dan Makna Bahasa Verba dalam Pernikahan Adat Serawai di Desa Ilir Talo Kabupaten Seluma. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Pulungan, H. R. 2011. Sistem Pembentukan Verba Bahasa Batak Angkola dari Dasar Verba. UNS.

Ramlan, M. 2001. Sintaksis. Karyono.

Shida, S. 2019. Can you do it once or only once ? An experimental study of activity and semelfactive verbs (Vol. 7).

Sofyan, A. 2012. Perilaku dan Makna Verba dalam Bahasa Madura. Humaniora, 24, No. 3, 333—344.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Duta Wacana Universi-ty Press.

Sudaryat, D. 2007. Tatabasa Sunda Kiwari. Yrama Widya.

Sudaryat, Y. 2013. Fungsi Gramatikal dan Semantis Sufiks -eun dalam bahasa Sunda. Jurnal Lokabasa, Vol. 4. https://doi.org/10.17509/jlb.v4i1.3132

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulistyowati, R. S. 2014. Morfosintaksis Verba Reduplikasi Dalam Bahasa Indonesia. UNS Surakarta.

Sunarti. 2013. Verba Iteratif dan Kontinuatif dalam Bahasa Jawa. Universitas Surakar-ta, Maret.

Utami, R. E. 1995. Verba Iteratif dalam Kalimat Bahasa Indonesia. Universitas Diponego-ro.

Verhaar, J. W. M. 2010. Asas-asas linguistik umum. Gajah Mada University Press.

Author Biographies

Emma Maemunah, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Dyah Susilawati, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Rini Esti Utami, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

How to Cite

Maemunah, E., Susilawati, D., & Utami, R. E. (2022). VERBA ITERATIF DALAM BAHASA SUNDA. Widyaparwa, 50(2), 357–370. https://doi.org/10.26499/wdprw.v50i2.1136

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.