Vol. 51 No. 1 (2023)
Open Access
Peer Reviewed

PERUNDUNGAN SIBER SEBAGAI PRAKTIK KEJAHATAN BERBAHASA DALAM AKUN INSTAGRAM PUAN MAHARANI

Authors

Ixsir Eliya , Anang Santoso , Febri Taufiqurrahman

DOI:

10.26499/wdprw.v51i1.1219

Downloads

Received: 2022-12-12
Accepted: 2023-06-21
Published: 2023-06-30

Abstract

Cyberbullying can be experienced by anyone, including one Indonesian female politician, namely Puan Maharani. This study aims to describe the forms and patterns of cyberbullying as a practice of language crimes against Puan Maharani on Instagram and to describe the legal potential for cyberbullying. This research uses a qualitative approach with a forensic linguistic. The data were collected using documentation technique and analyzed using Milles & Huberman analysis model on the utterances indicated to contain language crime practices. The results of the study show that in the accounts of Indonesian female politicians, namely Puan Maharani, there are comments that contain cyberbullying as a practice of language crimes. The forms of   bullying are flaming, harassment, and denigration. The cyberbullying carried out by netizens, even though it contains elements of insult and defamation, cannot be prosecuted. This is because bullying on social media is a complaint offense so if a party feels aggrieved and reports it to the police, then the case can be legally processed.

Perundungan siber dapat dialami oleh siapa saja, termasuk salah satu politikus perempuan Indonesia, Puan Maharani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pola perundungan siber sebagai praktik kejahatan berbahasa terhadap Puan Maharani di Instagram serta mendeskripsikan potensi hukumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ancangan linguistik forensik. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan dianalisis dengan model analisis Milles & Huberman pada tuturan yang terindikasi mengandung praktik kejahatan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam akun Puan Maharani terdapat komentar-komentar yang mengandung perundungan siber sebagai praktik kejahatan berbahasa. Bentuk perundungannyanya berupa flaming, harassment, dan denigration. Perundungan siber yang dilakukan oleh warganet tersebut walaupun mengandung unsur penghinaan dan pencemaran nama baik, tetapi tidak dapat diproses hukum. Hal ini dikarenakan perundungan di media sosial merupakan delik aduan sehingga apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan melapor kepada polisi, baru kasus tersebut dapat diproses secara hukum.

Keywords:

cyberbullying, Instagram, language crimes, cyber, politicians, perundungan siber, instagram, kejahatan berbahasa, siber, politikus

References

Alisah Lusi, Manalu Rouli. 2018. “Memahami Pengalaman Cyberbullying pada Remaja.†Studi Fenomenologis Memahami 1(1):1–12.

Bauman, Sheri. 2015. “Cyberbullying : A Virtual Menace Cyberbullying : A Virtual Menace Sheri Bauman , Ph . D . University of Arizona Tucson , Arizona , United States Paper to Be Presented at the National Coalition Against Bullying National Conference Melbourne , Australia.†(April).

Datang, Frans Asisi. 2020. “Perspektif Historis Dalam Linguistik Forensik.†International Journal of Forensic Linguistics 1(1):10–16.

Dewi, Noviyanti Kartika, and Dian Ratnaningtyas Affifah. 2018. “Cyberbullying Ditinjau Dari Big Five Personality.†Seminar Nasional Edusainstek FMIPA UNIMUS 2018 486–91.

Fabiana Meijon Fadul. 2019. “済無No Title No Title No Title.†3(2):31–43.

Hartini, Lilis, Aceng Ruhendi Saifullah, and Dadang Sudana. 2020. “Linguistik Forensik Terhadap Perbuatan Tidak Menyenangkan Di Media Sosial (Kajian Pragmatik).†Deiksis 12(03):259.

Herwin, Herwin, Mahmudah Mahmudah, and Saleh Saleh. 2021. “Analisis Kejahatan Berbahasa dalam Bersosial Media (Linguistik Forensik).†Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 17(2):159–68.

Karenisa, Kity. 2020. “Penghinaan Terhadap Simbol dan Pejabat Negara dalam Kajian Linguistik Forensik.†Telaga Bahasa 7(1):55–72.

Kusno, Ali. 2021. “Redefinisi Kosakata Terkait Perang Bahasa (Kajian Linguistik Forensik).†Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya 4(3):287–300.

Mashruki, M., Lin D. Shofwata, I. Desak Ketut Titis Ary Laksanti, Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Moh Masrukhi, I. Dewa Putu Wijana, Amir Ma, Adi Sutrisno, Yohanes Tri Mastoyo, Hayatul Cholsy, Sailal Arimi, Tofan Dwi Harjanto, Lin Sofwata, and dan Siti Rahayu. 2019. “Linguistic Masters Study Program, Faculty of Cultural Sciences.†Universitas Gadjah Mada 2(2):177–82.

Mutma, Fasya Syifa. 2020. “Deskripsi Pemahaman Cyberbullying Di Media Sosial Pada Mahasiswa.†Jurnal Common 4(1):32–55.

Ningrum, Ayu Mila. 2019. “Memahami Fenomena Cyberbullying yang Dilakukan User Terhadap Selebriti.†Journal of Chemical Information and Modeling 53(9):1689–99.

Putri, Uci Permata, Houtman Houtman, and Surismiati Surismiati. 2022. “Kajian Linguistik Forensik dalam Komentar Postingan Kasus N.S. Gambus Pada Media Sosial Facebook.†Jurnal Bindo Sastra 6(1):36.

Subandi, Subandi, Muhammad Farhan Masrur, Cicik Arista, and Hans Yosef Tandra Dasion. 2022. “Kejahatan Berbahasa sebagai Praktik Kekuasaan Simbolik dalam Film Better Daysã€Šå°‘å¹´çš„ä½ ã€‹Karya Derek Tsang.†PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan 22(1):50–63.

Subyantoro. 2019. “Linguistik Forensik : Sumbangsih Kajian Bahasa Dalam Penegakan HUKUM.†1(3):51–60.

Sugiarto, Sri, and Rini Qurratulaini. 2020. “Potensi Kriminal Cyber Crime pada Meme: Sebuah Kajian Linguistik Forensik.†Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 7(1):46.

Sukma, Bayu Permana, Devi Ambarwati Puspitasari, Siti Afni Afiyani, Indah Okitasari, Dian Palupi, Fani Kusumawardani, Khatimah Husnul, and Reza Amarta Prayoga. 2021. “Cyberbullying Speech Patterns among Indonesian Students Pola Tuturan Perundungan Siber ( Cyberbullying ) di Kalangan Pelajar Indonesia.†Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Pengajarannya 49(2):205–23.

Suryani, Yunita, Rika Istianingrum, and Siti Umi Hanik. 2021. “Linguistik Forensik Ujaran Kebencian Terhadap Artis Aurel Hermansyah di Media Sosial Instagram.†BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 6(1):107–18.

Syahid, Agus, Dadang Sudana, and Andika Dutha Bachari. 2022. “Perundungan Siber (Cyberbullying) Bermuatan Penistaan Agama di Media Sosial Yang Berdampak Hukum: Kajian Linguistik Forensik.†Semantik 11(1):17.

Warami, H. 2021. “Kejahatan Bahasa di Media Sosial Pada Wilayah Hukum Manokwari: Kajian Linguistik Forensik.†IJFL (International Journal of Forensic … 2(1):19–26.

Willard, Nancy. 2003. “Off-Campus Speech : Assessing ‘ Substanti Al Disruption .’†Journal of School Violence 2(1)(January 2003):65–93.

Willard, Nancy. 2007. “Educator ’ s Guide to Cyberbullying and Cyberthreats.†Online 1–16.

Author Biographies

Ixsir Eliya, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Anang Santoso, Universitas Negeri Malang

Febri Taufiqurrahman, Universitas Negeri Malang

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

How to Cite

Eliya, I., Santoso, A., & Taufiqurrahman, F. (2023). PERUNDUNGAN SIBER SEBAGAI PRAKTIK KEJAHATAN BERBAHASA DALAM AKUN INSTAGRAM PUAN MAHARANI. Widyaparwa, 51(1), 149–160. https://doi.org/10.26499/wdprw.v51i1.1219

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.