Abstract
Language impoliteness in public spaces is clearly illustrated by the use of language that tends to be rude, threatening the interlocutor, and insulting. This impolite language behavior is usually caused by the speaker's emotions to have a psychological impact on the interlocutor. The purpose of this study is to describe the form of impoliteness of forbidden language in public spaces. The research method used is descriptive qualitative. The techniques used in data collection are listening techniques and note-taking techniques. The data analysis technique in exploring the problem is using the referential agih and equivalent methods. The results show that the form of impoliteness in the language of prohibition includes the language of prohibition of littering with a total of nineteen impolitenesses, while the language of prohibition precedes while driving amounts to eight impolitenesses. Speeches are not accidentally carried out to provide a psychological threat so that the interlocutor is aware of the impact that will be obtained when violating the forbidden language.
Ketidaksantunan berbahasa di ruang publik tampak jelas digambarkan dengan adanya penggunaan bahasa yang cenderung kasar, mengancam lawan tutur, dan menghina. Perilaku bahasa yang tidak santun ini biasanya disebabkan oleh emosi penutur untuk memberikan dampak psikologis kepada lawan tutur. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk ketidaksantunan bahasa larangan di ruang publik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik, teori pragmatik untuk mengkaji fenomena ketidaksantunan berbahasa di ruang publik. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini merupakan sumber data tulis yang berwujud pernyataan atau tuturan diungkapkan melalui gambar, spanduk, baliho, dan media lainnya. Sumber data yang digunakan didapat dari hasil riset di lapangan. Data dari penelitian ini berupa wujud tuturan ketidaksantunan bahasa larangan di ruang publik dilihat dari bentuk kebahasaan yang digunakan. Tahapan penelitian ini di antaranya (1) pengumpulan data, (2) identifikasi bentuk-bentuk ketidaksantunan bahasa larangan, (3) klasifikasi dan kategorisasi, (4) analisis data ketidaksantunan bahasa larangan, (5) penafsiran makna, (6) penyajian hasil, dan (7) penyimpulan. Teknik yang dipakai dalam pengumpulan data yakni teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dalam menggali permasalahan yaitu menggunakan metode agih dan padan referensial. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian ini di antaranya: (1) ketidaksantunan bahasa larangan meliputi bahasa larangan membuang sampah sembarangan sejumlah sembilan belas ketidaksantunan, (2) bahasa larangan mendahului saat berkendara berjumlah delapan ketidaksantunan. Tuturan tersebut dilakukan secara sengaja untuk memberikan ancaman psikologis agar lawan tutur menyadari konsekuensi yang akan diterima jika melanggar bahasa larangan.
Keywords:
language, foreign, impoliteness, public space, bahasa, larangan, ketidaksantunan, ruang publikReferences
Anjani, N. (2022). Fenomena Ketid-aksantunan Berbahasa dalam Tuturan Warganet Pada Komentar Instagram@ Lambeturah_Official (Doctoral disserta-tion, Universitas Islam Sultan Agung Se-marang).
Ardhian, D., & Soemarlam, S. (2018). Mengenal Kajian Lanskap Linguistik dan Upaya Penataannya dalam Ruang-Ruang Publik di Indonesia. Jurnal Akrab Juara, 3(3), 170-181.
Asrul, A., Muzammil, A. R. U., & Syahrani, A. (2019). Analisis Tuturan Imperatif pada Media Luar Ruang di Kabupaten Sambas: Kajian Pragmatik. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 8(9). https://dx.doi.org/10.26418/jppk.v8i9.35444.
Blitvich, P. G. C., & Sifianou, M. (2019). Im/politeness and Discursive Pragmatics. Journal of Pragmatics, 145, 91-101. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2019.03.015.
Culpeper, J., & Tantucci, V. (2021). The Principle of (im) Politeness Reciprocity. Journal of Pragmatics, 175, 146-164. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2021.01.008.
Doko, Y. D. (2017). Kesantunan Berbahasa dalam Kumpulan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur. Retorika: jurnal ilmu bahasa, 3(1), 159-169. https://doi.org/10.22225/jr.3.1.163.159-169.
Febriana, N., & Dharma, R. (2018). Dimensi Edukasi dalam Ungkapan Larangan Masyarakat Minangkabau. Majalah Ilmiah UPI YPTK, 228-241. https://doi.org/10.35134/jmi.v25i2.15.
FerenÄÃk, M. (2020). Politeness and Social Change: The Metapragmatics of Slovakia's 2018 ʽDecent Revolutionʼ. Journal of Pragmatics, 169, 165-178. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2020.08.020.
Fitri, R. Y., Juita, N., & Nst, M. I. (2018). Struktur dan Fungsi Sosial Kepercayaan Rakyat Ungkapan Larangan Mengenai Tubuh Manusia dan Obat-Obatan Masyarakat Kenagarian Tanjuang Alam Kecamatan Tanjuang Baru Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(2), 107-119. https://doi.org/10.24036/896100.
Flores-Salgado, E., & Castineira-Benitez, T. A. (2018). The Use of Politeness in WhatsApp Discourse and Move ‘Requests’. Journal of Pragmatics, 133, 79-92. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2018.06.009.
Gustiasari, D. R., & Septiningrum, L. D. (2021). Tindak Tutur Wacana Persuasif Larangan Membuang Sampah di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Arkhais-Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(1), 39-46.
Imran, A., Setianingsih, C., & Saputra, R. E. (2023). Deteksi Pelanggaran Pada Bahu Jalan Tol Dengan Intelligent Transportation System Menggunakan Algoritma Yolov5. eProceedings of Engineering, 10(5).
Ji, L. (2021). When Politeness Processing Encounters Failed Syntactic/Semantic Processing. Acta Psychologica 219: 103391. https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2021.103391.
Jia, M., & Yang, G. (2021). Emancipating Chinese (im) Politeness Research: Looking Back and Looking Forward. Lingua, 251, 103028. https://doi.org/10.1016/j.lingua.2020.103028.
Kádár, D. Z., & House, J. (2021). Interaction Ritual and (im) Politeness. Journal of Pragmatics, 179, 54-60. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2021.04.021.
Kurniawati, W. (2018). Larangan membuang Sampah: Potret Budaya Masyarakat melalui Pemakaian Bahasa Indonesia di Ruang Publik.
Kusno, A. (2014). Kesantunan Bertutur oleh Orang Tua kepada Anak di Lingkungan Rumah Tangga. Dinamika Ilmu, 14(1), 13-26. https://doi.org/10.21093/di.v14i1.5.
Lastri, D., Utomo, P., & Trianto, A. (2019). Analisis Slogan di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Korpus, 3(2), 145-156.
Lowrey-Kinberg, B. (2020). Retraction Notice to: Experimental Results on The Effect of Politeness Strategies on Perceptions of Police. Language and Communication, 6 (9), 42-53. 159.https://doi.org/10.1016/j.langcom.2020.01.003.
Ludji, R. J., Ola, S. S., & Djawa, A. (2021). Analisis Superstruktur Wacana Tentang Covid-19 pada Ruang Publik di Kota Kupang. Bianglala Linguistika: Jurnal Linguistik, 9(1), 28-34. https://doi.org/10.35508/bianglala.v9i1.8598.
Majid, A. (2017). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Penerbit Aksara Timur.
Maulidi, A. (2015). Kesantunan Berbahasa pada Media Jejaring Sosial Facebook. Bahasantodea, 3(4). 3 (4): 42–49. https://dx.doi.org/10.26418/jppk.v3i7.5783.
Mislikhah, S. (2014). Kesantunan Berbahasa. Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies, 1 (2), 285–296. https://doi.org/10.20859/jar.v1i2.18
Nabila, A. H. (2022). Kesantunan Tuturan Interogatif dalam Talkshow Kick Andy Ada Apa dengan Luhut di Youtube. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 8(2), 749-759. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i2.1979
Ningsih, A. R., Efendi, R., & Arianti, R. (2020). Makna Tuturan Pantang Larang dalam Masyarakat Minang Daerah Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu. Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa, 14(1), 99-110. https://doi.org/10.24036/ld.v14i1.44269. https://doi.org/10.24036/ld.v14i1.109321
Nurzafira, I., Nurhadi, N., & Martutik, M. (2020). Kesantunan imperatif guru bahasa Indonesia dalam Interaksi Kelas. Aksara: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 21(1), 88-101. http://dx.doi.org/10.23960/aksara/v21i1.pp88-101.
Pertiwi, P., & Zulfadhli, Z. (2020). Struktur dan Fungsi Sosial Ungkapan Larangan Masyarakat di Kanagarian Pasir Baru. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(3), 156-163. https://doi.org/10.24036//jbs.v8i3.109724.
Pizziconi, B. (2003). Re-examining politeness, face and the Japanese language. Journal of Pragmatics, 35 (10-11), 1471-1506. https://doi.org/10.1016/S0378-2166(02)00200-X.
Purwiati, H., & Winarti, E. (2016). Bahasa di Ruang Publik Kota Singkawang. Tuahtalino, 10(1), 79-95. https://doi.org/10.26499/tt.v10i1.151.
Rahardi, Kunjana (2016). Pragmatik: Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa. Jakarta :Gramedia.
Ramos-González, N. M., & Rico-MartÃn, A. M. (2015). The Teaching of Politeness in The Spanish-as-a-Foreign-Language (SFL) Classroom. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 178, 196-200. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.03.180.
Ratmaja, L (2021). Penggunaan Ungkapan Maliq (Larangan) dalam Bahasa Sasak Masyarakat Desa Wisata Kembang Kuning Kecamayan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Inovasi Penelitian 1 (12): 2814–2824. https://doi.org/10.47492/jip.v1i12.54.
Ridealgh, K., & Gómez, L. U. (2020). Potestas and The Language of Power: Conceptualising an Approach To Power and Discernment Politeness in Ancient Languages. Journal of Pragmatics, 170, 231-244. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2020.09.011.
Rosmina, R., Abdurahman, A., & Tamsin, A. C. (2013). Ungkapan Larangan Masyarakat di Kanagarian Inderapura Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 64-69. https://doi.org/10.24036/1291-019883.
Samingin, F. X., & Asmara, R. (2016). Eksplorasi Fungsi dan Nilai Kearifan Lokal dalam Tindak Tutur Melarang di Kalangan Penutur Bahasa Jawa Dialek Standar. Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 12(1), 28-43. http://dx.doi.org/10.31002/transformatika.v12i1.198.
Saputri, O. (2019). Tuturan Melarang dalam Film Spirited Away. Lite: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 15(1), 79-87. https://doi.org/10.33633/lite.v15i1.2403.
Sasanti, Y. N. (2013). Tindak Tutur Melarang dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Penelitian, 16(2), 199-201.
Siby, P. S. (2018). Membangun Kesantunan Bertutur Berbasis Kecerdasan Emosi. Media Edukasi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(2), 119–29.
Suarmaja, I. W., Satika, I. B. A., Anggara, I. W., & PF, K. A. P. D. (2020). Relevansi Ungkapan Mitos sebagai Kearifan Lokal dalam Penanaman Etika. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 5(1), 79-84. https://doi.org/10.25078/aw.v5i1.1328.
Suhadak, S. R., Salam, S., & Didipu, H. (2023). Bentuk Ketidaksantunan Berbahasa Creator TikTok Denise Charista dalam Media Sosial TikTok. Jurnal Sinestesia, 13(1), 139-154.
Sulastriana, E. (2015). Pengaruh Sikap Bahasa terhadap Kesantunan Berbahasa Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak. Jurnal Pendidikan Bahasa, 4(1), 71-82. https://doi.org/10.31571/bahasa.v4i1.40.
Susanto, D., & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Penelitian Ilmiah. Qosim: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 1(1), 53-61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60.
Unannudin, A., & Sutrisna, D. (2021). Ketidaksantunan Berbahasa Pengisi
Acara dalam Acara OVJ Spesial Mata Najwa di TV Transmedia. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 1(3), 133-143).
Utama, M. V. N., & Septyanti, E. (2021). Tuturan Imperatif Bermakna Positif pada Spanduk di Kota Pekanbaru. Geram, 9(1), 17-23. https://doi.org/10.25299/geram.2021.vol9(1).6044.


