VARIASI KOSAKATA POLITIK DALAM PEMILU INDONESIA 2024 SEBAGAI BENTUK KREATIVITAS BERBAHASA
DOI:
10.26499/wdprw.v52i1.1725Downloads
Abstract
The use of political vocabulary in the 2024 Indonesian election is starting to vary. Political vocabulary variations are found in public politics. Many do not realize that political vocabulary includes linguistic creativity. This study describes the sociolinguistic factors that affect language creativity in creating phonological, morphological, and semantic creativity. The method used is qualitative descriptive, with mass media data sources such as television, as well as social media such as Instagram and Twitter that discuss the creativity of political vocabulary in the 2024 Indonesian elections. Data collection techniques include listening, reading, and taking notes for mass media, as well as reading and taking notes for social media. Data analysis uses the Miles and Huberman model, through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study explain the sociolinguistic factors that affect language creativity. Linguistic creativity through a linguistic approach that describes phonological creativity, including differences in writing and speech resulting in variations in political vocabulary. Morphologically, it involves political compounding, and cronyism. Meanwhile, semantically, it includes synesthesia, denotative meaning, connotative meaning, and the use of slang. The variation of political vocabulary is expected to contribute to the public understanding the use of vocabulary that appears in political contexts.
Penggunaan kosakata politik dalam pemilu Indonesia 2024 mulai bervariasi. Variasi kosakata politik banyak ditemukan dalam politik publik. Banyak yang tidak menyadari bahwa kosakata politik termasuk kreativitas berbahasa. Penelitian ini menguraikan faktor-faktor sosiolinguistik yang memengaruhi kreativitas bahasa dalam menciptakan kreativitas fonologis, morfologis, dan semantis. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif, dengan sumber data media massa, seperti televisi serta media sosial, seperti Instagram dan Twitter yang membahas kreativitas kosakata politik dalam pemilu Indonesia 2024. Teknik pengumpulan data meliputi simak, baca, dan catat untuk media massa, serta baca dan catat untuk media sosial. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan faktor-faktor sosiolinguistik yang memengaruhi kreativitas berbahasa. Kreativitas berbahasa melalui pendekatan linguistik yang menguraikan kreativitas fonologis, mencakup perbedaan penulisan dan cara ucap menghasilkan variasi kosakata politik. Secara morfologis, melibatkan pemajemukan politik, dan pengakroniman. Sementara itu, secara semantis, meliputi sinestesia, makna denotatif, makna konotatif, dan penggunaan bahasa slang. Variasi kosakata politik diharapkan memberi kontribusi pada masyarakat dalam memahami penggunaan kosakata yang muncul dalam konteks politik.
Keywords:
political vocabulary, 2024 Indonesian election, language variations,References
Aini, Q. 2021. Ekspresi bahasa politik dikalangan menteri: studi analisis talk show Mata Najwa “gono-gini kursi menteriâ€. HUMANIKA, 28(1), 39–50. https://doi.org/10.14710/humanika.v28i1.36491
Asare, T. A. J., & Orfson-Offei, E. 2023. Sub-stitution phonological patterns in the English speech of Ghanaian children. Social Sciences and Humanities Open, 8(1). https://doi.org/10.1016/j. ssaho.2023.100631
Dewi, G. P. S. A. 2021. Bahasa propaganda baliho partai politik nasionalis pemilu 2019: analisis semiotika sosial. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Dan Pengajaran (KIBASP), 4(2), 212–228. https://doi. org/10.31539/kibasp.v4i2.1963
Fadillah, A. F. 2023. Bilingualism in lan-guage variation in modern retail busi-nesses in Java Island region. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(2), 258–273. https://doi.org/10.31503/madah.v14i2.663
Fortuna, A. D., Muryati, S., & Sukarno, S. 2023. Kesalahan berbahasa bidang morfologi dalam berita online Majalahlarise.com rubrik pendidikan. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 29. https://doi.org/10.33087/aksara.v7i1.489
Hasan, H., & Mustafa, C. 2022. The politics of law of sharia economics in Indone-sia. Lex Publica, 9(1), 30–57. https://doi. org/10.58829/lp.9.1.2022.30-57
Hendra Gunawan. 2019. Deskripsi penggunaan bahasa dalam iklan poli-tik pada pileg 2019 di kabupaten Sum-bawa. JURNAL PENDIDIKAN IPS, 9(2), 123–130. https://doi.org/10.37630 /jpi. v9i2.224
Istiqomah, D. S., Syifa Istiqomah, D., & Nugraha, V. 2018. Analisis penggunaan bahasa prokem dalam media sosial. Analisis Penggunaan Baha-sa Prokem dalam Media Sosial|, 665(5).
Kurniawati, W., Ekoyanantiasih, R., & Yulianti, S. 2022. Variasi bahasa daerah pada spanduk dan baliho pemilu da-lam menyambut revolusi industri 4.0. Prosiding Seminar Internasional Bahasa dan Sastra Daerah I (Sinar Bahtera I), 211–225. https://doi. org/10.51817/sb.vi.102
Kusumaningsih, D., Hanafi, H., Ningrum, W. E., Wardhana, D. E. C., & Wibawa, S. A. 2020. The impacts of Covid-19 on Indonesian language terminology. Pro-ceedings of the International Conference on Community Development (ICCD 2020). https://doi.org/10.2991/assehr.k.201017.040
Loe, E. E. Y. 2023. Kata majemuk dalam istilah uang di masyarakat Rote Dengka. Linguistik Indonesia, 41(1), 89–104. https://doi.org/10.26499/li.v41i1. 388
Nahak, S., Sarwiji Suwandi, & Nugraheni Eko Wardani. 2020. Directive Speech Acts in Indonesian Language Learning in Surakarta Citizens’ High Schools. AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1). https://doi.org/ 10.21009/aksis.040101
Naranjo, N. P., del RÃo, D., Nieva, S., & Alted, C. G. 2023. Descriptive dis-course in fluent aphasia: The predic-tive role of attention, phonology, lexi-cal retrieval and semantics. Journal of Communication Disorders, 104. https:// doi.org/10.1016/j.jcomdis.2023.106335
Nugrahani, F. 2014. Metode Penelitian Kualitatif : dalam Penelitian Pendidi-kan Bahasa / Dr. Farida Nugrahani, M.Hum. In Surakarta : Farida Nugrahani, 2014 M (Vol. 1, Issue 1).
Oktavia, W., & Hayati, N. 2020. Pola karak-teristik ragam bahasa istilah pada ma-sa pandemi Covid 19 (coronavirus dis-ease 2019). Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.22515/ tabasa.v1i1.2607
Rahardjo, M. 2018. Politik bahasa dan ba-hasa politik (bahasa dalam praksis politik di Indonesia). ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam, 5(1), 83–107. https://doi.org/10.18860/ua.v5i1.6147
Septiani, D. 2021. Kata serapan dan istilah asing Joko Widodo dalam debat calon presiden dan wakil presiden 2019. Basastra, 10(1), 55. https://doi.org/10. 24114/bss.v10i1.23423
Sudaryanto, S., Soeparno, S., & Lilis Fe-rawati. 2019. Politics of language in In-donesia (1975-2015): study of history and language policy. AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(1), 129–139. https://doi.org/10.21009 /AKSIS.030113
Suyudi, M., & Putra, W. H. 2020. Bahasa dan politik Islam: gerak dan perilaku diskursif politisasi Islam pihak oposisi dalam pemilu 2019 di Indonesia dalam konteks politik bahasa. Dialogia, 18(2), 417–442. https://doi.org/10.21154/ di-alogia.v18i2.2440
Syukriady, D., & Pada, B. T. 2022. Telaah diksi dalam ragam bahasa jurnalistik tajuk rencana surat kabar harian Re-publika: sebuah tinjauan semantik. Education, Language, and Culture, 2(3), 269–284. https://doi.org/10.56314/ edulec.v2i3.88
Wati, U., Rijal, S., & Hanum, I. S. 2020. Variasi bahasa pada mahasiswa peran-tau di Fakultas Ilmu Budaya Universi-tas Mulawarman: kajian sosiolinguis-tik. Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Bu-daya, 4(1), 21–37. https://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v4i1.2559


