DOMINASI MASKULINITAS SUKU BATAK: ANALISIS KONSTRUKSI BUDAYA PATRIARKI DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP
DOI:
10.26499/wdprw.v51i1.1290Downloads
Abstract
This research was conducted to read the description of the dominance of masculinity in the construction of patriarchal culture contained in the movie Ngeri-Ngeri Sedap. The main reason for conducting this research is to explain how the form of patriarchal cultural construction that appears in the film Ngeri-Ngeri Sedap so that the study of Batak culture and how the description of the dominance of masculinity can be comprehensive. The research was conducted by conducting research to look at films from a social and ideological perspective. The method used is using a qualitative and interpretative approach using the encoding or decoding paradigm where media producers encode a text production that produces meaning based on their understanding of a particular social context. The results found are 1) a general description of the dominance of masculinity in the Batak tribe which is related to the kinship system known as patrilineal (lineage based on father/father), 2) The fact that the construction of patriarchal culture in Ngeri-Ngeri Sedap is shown in several footage and dialogues and analyzed based on Tuncay's theory.
Penelitian ini dilaksanakan untuk membaca gambaran dari dominasi maskulinitas dalam konstruksi budaya patriarki yang terdapat dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Alasan utama dilaksanakannya penelitian ini adalah menjelaskan bagaimanakah bentuk konstruksi budaya patriarki yang muncul dalam film Ngeri-Ngeri Sedap sehingga kajian mengenai kebudayaan Batak serta bagaimana gambaran dominasi maskulinitas tersebut dapat menjadi komprehensif. Penelitian dilaksanakan dengan melihat film dari prespektif sosial dan ideologis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan interpretatif dengan menggunakan paradigma encoding atau decoding (penyandian atau pengawasandian) dimana produser media menyandikan suatu produksi teks yang menghasilkan makna berdasarkan pemahamannya mengenai konteks sosial tertentu. Hasil yang ditemukan adalah 1) gambaran secara umum dominasi maskulinitas pada suku Batak yang berkaitan dengan sistem kekerabatan yang dikenal dengan patrilineal (garis keturunan berdasarkan ayah/bapak), 2) Ditemukannya fakta bahwa konstruksi budaya patriarki dalam film Ngeri-Ngeri Sedap ditampilkan pada beberapa cuplikan dan dialog dan dianalisis berdasarkan pada teori Tuncay.
Keywords:
Batak Tribe, cultural construction, patriarchy, film, Ngeri-ngeri Sedap, Suku Batak, konstruksi budaya, patriarkiReferences
Adji, M. 2020. “Konstruksi Ayah dan Dominasi Maskulinitas dalam Novel Sabtu Bersama Bapak Karya Adhitya Mulya.†Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan … 4(2).
Alsyouf, Amjad. 2018. “Hegemonic Masculinity in Archetypal African Novels.†Informasi 48(2):169–79. https://doi.org/10.21831/informasi.v48i2.21657
Arbinata, Febryan, dan Warsono. 2021. “Konstruksi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Tentang Demonstrasi Sebagai Saluran Penyampaian Aspirasi Politik.†Kajian Moral dan Kewarganegaraan 109–23. https://doi.org/10.26740/kmkn.v9n1.p109-123
Brahmana, Karina M. 2020. “Gender Role Conflict of Pastors’ Husbands at Batak Karo Protestant Church.†Psikologi I(1):22–32.
Budiastuti, Arum &., dan Nur Wulan. 2017. “Konstruksi Maskulinitas Ideal Melalui Konsumsi Budaya Populer oleh Remaja Perkotaan.†Mozaik Humaniora 14(1):8.
Budiman, Arief. 1985. Pembagian Kerja Secara Seksual: Sebuah Pembahasan Sosiologis Tentang Peran Wanita di dalam Masyarakat. Gramedia.
Budiman, Hary Ganjar, dan Kunto Sofianto. 2018. “Representasi Sipil-Militer dan Konstruksi Maskulinitas Pada Film Jenderal Soedirman (2015).†Paradigma, Jurnal Kajian Budaya 8(2):155. https://doi.org/10.17510/paradigma.v8i2.220
Diniati, Anisa. 2018. “Konstruksi Sosial Melalui Komunikasi Intrapribadi Mahasiswa Gay di Kota Bandung.†Jurnal Kajian Komunikasi 6(2):147. https://doi.org/10.24198/jkk.v6i2.13768
Fauzi, Eka Perwitasari. 2021. “Konstruksi Sosial Soft Masculinity dalam Budaya Pop Korea Eka.†Jurnal Ilmu Komunikasi 19(1):1–23. https://doi.org/10.31315/jik.v19i1.3687
Fromm, Erich, Imam. Muttaqin, dan Kamdani. 2001. Akar kekerasan. Analisis sosio-psikologis atas watak manusia. Pustaka Pelajar.
Hall, Stuart. 2001. Simon During (ed) The cultural studies reader. London and New York: Routledge.
Kartikawati, Dwi. 2020. “Peran Perempuan dan Kearifan Lokal Indonesia dalam Media Film.†Communicare : Journal of Communication Studies 7(1):33. https://doi.org/10.37535/101007120203
Leliana, Intan, Mirza Ronda, dan Hayu Lusianawati. 2021. “Representasi Pesan Moral dalam Film Tilik (Analisis Semiotik Roland Barthes).†Cakrawala - Jurnal Humaniora 21(2):142–56. https://doi.org/10.31294/jc.v21i2.11302
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldana. 2014. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.
Miranti, Adita, dan Yudi Sudiana. 2021. “Sexual Harassment of Men and Society’s Perspective On Masculinity (Norman Fairclough Critical Discourse Analysis).†Jurnal Magister Ilmu Komunikasi 7(2):261–76. https://doi.org/10.30813/bricolage.v7i2.2809
Munthe, Hadriana Marhaeni, dan Bisru Hafi. 2018. “Pemberdayaan Gender dada Tokoh Adat Untuk Mendukung Peran Perempuan Dalam Pembangunan Desa.†Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) 1(2):60–65. https://doi.org/10.34007/jehss.v1i2.14
Naibaho, Ryna Leli. 2015. “Efektivitas Penerapan Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 179/K/Sip/1961 di dalam Persamaan Hak Mewaris Anak Laki-Laki Dan Anak Perempuan Pada Masyarakat Suku Batak Toba Perkotaan (Studi di Kecamatan Medan Baru).†PREMISE LAW JURNAL 1–18.
Nasir, Putiviola Elian. 2015. “Dominasi Maskulinitas dalam Militer: Analisis Konstruksi Budaya terhadap Gender dalam Militer melalui Film Perang.†Andalas Journal of International Studies 3(2):126–47. https://doi.org/10.25077/ajis.3.2.126-147.2014
Ningrum, Eryca Septiya, dan Kusnarto. 2022. “Representasi Maskulinitas pada Tokoh Matt dalam Film ‘The Intern.’†Jurnal Heritage 10(1):01–16. https://doi.org/10.35891/heritage.v10i1.2843
Noviana, Fajria. 2019. “Representasi Maskulinitas Modern Laki-laki Jepang dalam Film Perfect World Berdasarkan Semiotika Barthes.†LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya 16(2).
Nurfaidah, Resti. 2019. “Representasi Maskulinitas dalam Museum Ibu (Masculinity Representation on Museum Ibu).†Widyaparwa 46(2):205–19. https://doi.org/10.26499/wdprw.v46i2.170
Nurtikasari, Yuni, Syariful Alam, dan Teguh Iman Hermanto. 2022. “Analisis Sentimen Opini Masyarakat Terhadap Film pada Platform Twitter Menggunakan Algoritma Naive Bayes.†INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi 1(4):411–23. https://doi.org/10.55123/insologi.v1i4.770
Paramaditha, Intan. 2013. “Contesting Indonesian Nationalism and Masculinity in Cinema.†Asian Cinema 18(2):41–61. https://doi.org/10.1386/ac.18.2.41_1
Rafael, Agnes Maria Diana, dan Asti Yunita Benu. 2021. “Gender Perspectives in Kasnono Traditional Rituals Speech in Biloto Village, South Central Timor District.†LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya 17(1):45–59. https://doi.org/10.33633/lite.v17i1.4430
Ramadhani, Annisa Fitria, dan Catur Suratnoaji. 2021. “Representasi Maskulinitas Tokoh Utama dalam Film Persahabatan Bagai Kepompong 2021.†Jurnal Nomosleca 7(2):160–73. https://doi.org/10.26905/nomosleca.v7i2.6251
Rigita, Prinsi. 2019. “Analisis Kedudukan Sosial Perempuan Batak Toba dalam Konteks Kesusastraan.†Jurnal Normatif, Fakultas Hukum, Universitas Al Azhar 1(1):49–55.
Rokhmansyah, Alfian. 2016. Pengantar Gender dan Feminisme: Pemahaman Awal Kritik Sastra Feminisme. Yogyakarta: Penerbit Garudhawaca.
Safira, Hervina Vidya, dan Putri Aisyiyah Rachma Dewi. 2020. “Representasi Maskulinitas dalam Film 27 Steps of May.†Commercium 3(2):1–11.
Seidler, Zac E., Alexei J. Dawes, Simon M. Rice, John L. Oliffe, dan Haryana M. Dhillon. 2016. “The role of masculinity in men’s help-seeking for depression: A systematic review.†Clinical Psychology Review 49:106–18. https://doi.org/10.26905/nomosleca.v7i2.6251
Setiyaningsih, Lian Agustina, Muhammad Hanif Fahmi, dan Priyo dari Molyo. 2021. “Selective Exposure Media Sosial Pada Ibu dan Perilaku Anti Sosial Anak.†Jurnal Komunikasi Nusantara 3(1):1–11. https://doi.org/10.33366/jkn.v3i1.65
Simamora, Hotrika, dan Siti Aisyah. 2018. “Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Ayah Suku Batak Asli dan Perantauan yang Tidak Memiliki Anak Laki-Laki.†ANTHROPOS : Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya 3(2):117–21. https://doi.org/10.24114/antro.v3i2.8307
Simatupang, J. B. 2021. “Perempuan dalam Budaya Adat Batak Toba.†Jurnal Pendidikan Tambusai 5:10288–96.
Sitanggang, JP. 2014. Batak na marserak maradat adat na niadathon. Pustaka Sinar Harapan (PSH).
Street, Amy E., dan Christina M. Dardis. 2018. “Using a social construction of gender lens to understand gender differences in posttraumatic stress disorder.†Clinical Psychology Review 66(October 2017):97–105. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2018.03.001
Sugiarti. 2021. “Budaya patriarki dalam cerita rakyat Jawa Timur (Patriarchal culture in East Java folklores).†Kembara: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya 7(2):424–37. https://doi.org/10.22219/kembara.v7i2.17888
Tubaka, Abdul Manaf. 2021. “Konstruksi Budaya Damai dalam Ikatan Persaudaraan Gandong Negeri Muslim-Kristen (Booi, Aboru, Kariu, Hualoy) di Maluku, Indonesia.†Dialektika: Jurnal Pemikiran Islam dan Ilmu Sosial 14(1):1–18.
Tuncay, Linda, dan Cele C. Otnes. 2008. “The Use of Persuasion Management Strategies by Identity-Vulnerable Consumers: The Case of Urban Heterosexual Male Shoppers.†Journal of Retailing 84(4):487–99. https://doi.org/10.1016/j.jretai.2008.09.004
Wandi, Gusri. 2015. “Rekonstruksi Maskulinitas: Menguak Peran Laki-Laki dalam Perjuangan Kesetaraan Gender.†Kafa’ah : Jurnal Ilmiah Kajian Gender 5(2):239–55. https://doi.org/10.15548/jk.v5i2.110
Windiyarti, Dara. 2014. “Ketimpangan Jender dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Komala.†42(1):23–34.
Wiyatmi, Wiyatmi, Maman Suryaman, dan Esti Swatika Sari. 2016. “Dekonstruksi terhadap Kuasa Patriarki Atas Alam, Lingkungan Hidup, dan Perempuan dalam Novel-Novel Karya Ayu Utami.†Litera 15(2):281–91. https://doi.org/10.21831/ltr.v15i2.11829
Wuriyani, E. P. 2017. “Negosiasi Mitos Hubungan Perempuan dengan Alam dalam Teks Opera Batak Perempuan di Pinggir Danau Karya Lena Simanjuntak (Tinjauan Ekofeminisme).†Lingua (2).
Zuhri, Saifuddin, dan Amalia. 2022. “Ketidakadilan Gender dan Budaya Patriarki di Kehidupan Masyarakat Indonesia.†Murabbi : Jurnal Ilmiah dalam Bidang Pendidikan 5(1):17–41.


