Vol. 51 No. 1 (2023)
Open Access
Peer Reviewed

ISTILAH KEKERABATAN PADA MASYARAKAT CINA BENTENG

Authors

Sonya Ayu Kumala , RMT Multamia Lauder , Frans Asisi Datang , Winci Firdaus

DOI:

10.26499/wdprw.v51i1.1372

Downloads

Received: 2023-05-26
Accepted: 2023-06-30
Published: 2023-06-30

Abstract

Language as part of our culture refers to both general and specific aspects. Specifically, a language has a distinctive aspect that makes it different from other languages. One of the distinguishing aspects can be seen from the greeting or register in terms of kinship. The term kinship in the discipline of linguistics falls into the scope of sociolinguistics. The term kinship according to Wardaugh (2009) is a characteristic in a language that is generally found in every language. The term kinship is being used to address or refer to other people in relation to ourselves (ego) in a structural system that is connected by blood relations, descent, or the occurrence of marriage. The Chinese Benteng community in Tangerang uses a different and distinctive kinship term compared to the Chinese community in other cities in Indonesia. In general the Benteng Chinese community no longer uses their original language as a whole, but speaks Indonesian with a mix of surrounding languages, namely Sundanese and Javanese. The language of their ancestors is still found used by the older generation, trading activities, traditional rituals, and kinship. In addition to the aspect of language use, other forms of cultural acculturation also can be seen such as in dance, musical instruments, and culinary arts. In general, it can be said, China Benteng has a peculiarity that is still upholding the culture of the ancestors but also absorbs the surrounding culture well. This study aims to describe the terms in the Chinese Benteng kinship system, namely through the classification of kinship terms (Chaer, 1997) and analysis of the language distribution of kinship terms. This study was structured using a qualitative descriptive approach. The interview method was used in extracting information from informants, besides that note-taking techniques were also used to document data mining. The results of the analysis show that the terms of kinship in the Cina Benteng community are grouped into three, namely the terms of direct kinship, indirect kinship, and due to marital relations. The distribution of forming languages or used in Chinese Benteng kinship terms are Chinese, Sundanese, and Javanese.

Cina Benteng dan Tangerang menjadi satu kesatuan yaitu sebagai objek dan konteks yang potensial dikaji dari sudut pandang bahasa dan budaya. Cina Benteng dengan kemampuan adaptasi dan akulturasi yang unik serta khas apabila dibandingkan dengan model komunitas Tionghoa lain yang ada di Indonesia. Pada tingkat kebahasaan, istilah kekerabatan menjadi hal yang universal yaitu ditemukan di semua bahasa dan juga sekaligus unik yaitu mencirikan masyarakat pemilik istilah kekerabatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan istilah dalam sistem kekerabatan Cina Benteng yaitu melalui klasifikasi istilah kekerabatan yang dianalisis secara semantis dan analisis bahasa pembentuk istilah kekerabatan. Penelitian ini disusun dengan menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Metode wawancara digunakan dalam menggali informasi dari informan, selain itu juga digunakan teknik catat untuk mendokumentasikan penggalian data. Hasil analisis menunjukan istilah kekerabatan dalam komunitas Cina Benteng dikelompokkan menjadi tiga yaitu istilah kekerabatan langsung, tidak langsung, dan karena hubungan perkawinan. Hasil analisis menunjukan bahwa istilah kekerabatan Cina secara umum masih mengikuti struktur dan sistem kekerabatan seperti Tionghoa pada umumnya di kota lain di Indonesia, misalnya perbedaan sebutan kerabat dari pihak ayah dan ibu. Akan tetapi juga sekaligus menunjuk kekhasan dengan mengkombinasikan istilah kekerabatan tionghoa yang beradaptasi dengan konteks budaya dan bahasa yang bersinggungan. Distribusi bahasa pembentuk atau yang digunakan dalam istilah kekerabatan Cina Benteng adalah bahasa Cina, Indonesia (Melayu), Sunda, dan Jawa.

Keywords:

Kinship, sociolinguistics, Cina Benteng

References

Aryasuari, I Gusti Ayu Putu Istri. (2020). Satuan Lingual dan Sistem Sapaan Istilah Kekerabatan Bahasa Bali Kasta Ksatri di Jero Tengah Kabupaten Ta-banan. Widya Accarya, 11(1). https://doi.org/10.46650/wa.11.1.830.34-40

Budiasih, Liny. (2015). Variasi Bahasa Masyarakat Cina Benteng di Wilayah Tan-gerang: Sebuah Kajian Dialektologi. Skripsi Program Studi Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Chaer, Abdul. (1997). Semantik Bahasa Indone-sia. Jakarta: Balai Pustaka.

Duranti, Alesandro. (1997). Linguistics An-thropology. Cambridge: Cambridge Uni-versity Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511810190

Hyunanda, Vinny Flavianna et al. (2021). State Ibuism and Women’s Empower-ment in Indonesia: Governmentality and Political Subjectification of Chinese Benteng Women. Sustainability, 13 (6). https://doi.org/10.3390/su13063559

Kuntjaraningrat. (1997). Masyarakat dan Ke-budayaan Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Kumala, Sonya Ayu. (2021). Kajian Lanskap Linguistik: Menelisik Keberadaan Cina Benteng di Tangerang. Prosiding Konfer-ensi Tahunan Linguistik Atmajaya (KOLI-TA), Universitas Atmajaya.

Kumala, Sonya Ayu dan RMT. Multamia Lauder. (2021). Makna Toponim di Tange-rang sebagai Representasi Keberadaan Etnis Cina Benteng: Sebuah Kajian Linguistik Historis Komparatif. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10 (2). https://doi.org/10.26499/rnh.v10i2.4048

Lauder, M.R.T. (1990). Pemetaan dan Distribusi Bahasa–bahasa di Tangerang. Disertasi, Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas In-donesia.

Leech, Geofrey. (1990). Semantics: The Study of Meaning. London: Penguin Books.

Meiyenti, S. (2014). Perubahan Istilah Kekerabatan dan Hubungannya Dengan Sistem Kekerabatan Pada Masyarakat Minangkabau. Jurnal An-tropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 16(1), 57-64. https://doi.org/10.25077/jantro.v16i1.13

Nanda, Serena. (1991). Cultural Antrhopology. Belmont: Wardworth Publishing.

Patimbano, L. G. L., Imbang, D., & Senduk, A. G. (2017). Istilah Kekerabatan pada Bahasa Sangihe (Suatu Kajian Linguis-tik Antropologi). Kajian Linguistik, 4(3). https://doi.org/10.35796/kaling.4.3.2017.24798

Purwaningsih, Lucia Helly. (2015). Kajian Signifikansi Budaya (Cultural Significance) pada Permukiman Cina Tangerang. dalam Seminar Nasional SCAN 5 tahun 2015.

Purwanto, Edi. (2012). Kompleksitas Kemiski-nan Tionghoa Benteng. Salatiga: UKSW Press.

Pratiwi, Oktadea Herda (2017). Analisis Kon-trastif Istilah Kekerabatan Dalam Bahasa Dayak Ngaju, Banjar, dan Dayak Maan-yan. dalam International Seminar “Language Maintenance and Shift†VII ISSN: July 19 – 20.

Ruriana, Puspa. (2018). Istilah Kekerabatan da-lam Bahasa Banyuwangi. Jurnal Kadera Bahasa, 10(2). https://doi.org/10.47541/kaba.v10i2.46

Sugiyanto. (2015). Metode Penelitian Lin-guistik.

Stone, Linda. (2010). Kinship and Gender: An Intoduction. Washington DC: Westview Press

Tjwan, Go Gien. (2008). Desa Dadap Wujud Bhinneka Tunggal Ika. Jakarta: Elkasa.

Wardaugh, Ronald. (2006). An Introduction to Sociolinguistics. New Jersey: Wiley.

Wierzbicka, Anna. (2009). Cross Cultural Pragmatics: The Semantics of Human In-teraction. New York: Mouton De Gruy-ter.

Wijono, Radjimo Sastro. (2013). Wayang Cokek: Tradisi Lisan dan Pengelolaanya Pada Masyarakat Cina Benteng Tange-rang Banten. Tesis, Departemen Susas-tra, Fakultas Ilmu Pengetahuan Bu-daya, Universitas Indonesia.

Kurniawan, Wiwit & Tri Hidayati. (2021). River, Modernity, and Everyday Reli-gion: An investigation on the New Spiritual Engagement between Socie-ty and River. International Journal of Educational Research & Social Scienc-es, 2(6).

Zabadi, F. (2020). Istilah Kekerabatan Bahasa Indonesia dan Bahasa Minangkabau: Analisis Kontrastif dalam Pemelaja-ran Bahasa. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 14-26. https://doi.org/10.22236/imajeri.v3i1.5605

Author Biographies

Sonya Ayu Kumala, Universitas Indonesia

RMT Multamia Lauder, Universitas Indonesia

Frans Asisi Datang, Universitas Indonesia

Winci Firdaus, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

How to Cite

Kumala, S. A., Lauder, R. M., Datang, F. A., & Firdaus, W. (2023). ISTILAH KEKERABATAN PADA MASYARAKAT CINA BENTENG. Widyaparwa, 51(1), 229–246. https://doi.org/10.26499/wdprw.v51i1.1372

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.