MEMORI DAN TRAUMA DALAM DUA NOVEL SASTRA INDONESIA-TIONGHOA KONTEMPORER
DOI:
10.26499/wdprw.v52i1.1666Downloads
Abstract
In this paper, we will discuss two novels by contemporary Chinese authors, Debur Ombak Memanggilmu Kembali and Perkumpulan Anak Luar Nikah. This research aims to find out the memory and trauma that Chinese authors still carry in their works. This research uses Maurice Halbwachs' collective memory theory and Caruth's trauma theory. This research is qualitative and using two types of data, namely primary data and secondary data. Primary data is taken from the source of the material object, while secondary data consists of obtained from various sources such as books, scientific journals, articles, and video interviews and news (if needed). The results of the analysis of this paper show that the memory and trauma of Chinese-Indonesian authors are at least manifested in three ways, namely the memory and trauma of the events of May 1998, the author's tendency to bring up monoethnic characters in the novel, and the phenomenon of arranged marriages between Singkawang women and Taiwanese men. The events of May 1998 are considered as an event that psychologically attacked Chinese-Indonesians ethnic on a massive scale. That showed from the re-emergence of the event as a manifestation of the characters' trauma through flashbacks.
Pada tulisan ini, peneliti mengkaji dua novel karya pengarang keturunan Tionghoa kontemporer, yaitu Debur Ombak Memanggilmu Kembali dan Perkumpulan Anak Luar Nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memori dan trauma yang masih dibawa oleh para pengarang keturunan Tionghoa dalam karyanya. Penelitian ini menggunakan teori memori kolektif Maurice Halbwachs dan teori trauma Caruth. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari sumber objek material, sementara data sekunder terdiri dari diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan video wawancara dan berita (jika diperlukan). Hasil analisis tulisan ini menunjukkan bahwa memori dan trauma pengarang beretnis Tionghoa-Indonesia setidaknya termanifestasi dalam tiga hal, yakni memori dan trauma peristiwa Mei 1998, kecenderungan pengarang memunculkan tokoh-tokoh yang monoetnis dalam novel, dan fenomena pernikahan pesanan antara perempuan Singkawang dengan pria berkebangsaan Taiwan. Peristiwa Mei 1998 dianggap sebagai peristiwa yang secara psikologis menyerang etnis Tionghoa-Indonesia secara masif. Hal tersebut terbukti dari dimunculkannya kembali peristiwa tersebut sebagai manifestasi trauma tokoh-tokohnya dengan cara kilas balik.Â
Â
Â
Keywords:
memory, trauma, Chinese-Indonesian, literary, contemporaryReferences
Caruth, C. 1996. Unclaimed Experience Trauma
Narrative and History.Routledge.https://doi.org/10.1353/book.20656
Chin, A. 2023. Debur Ombak Memanggilmu
Kembali. Bhuana Sastra.
Fernanda, A. 2017. “Transmisi Memori dan
Trauma dalam Mother Land Karya
Dmetri Kakmi: Kajian Postmemory.â€
Jurnal POETIKA, 5(2), 82.
https://doi.org/10.22146/poetika.30937
Lan, N.J. 2023. Sastra Indonesia-Tionghoa.
Terbang Lepas.
Salmon, C. 2010. Sastra Indonesia Awal:
Kontribusi Orang Tionghoa.
Kepustakaan Populer Gramedia.
Suryadinata, L. 2002. Negara dan Etnis
Tionghoa: Kasus Indonesia. Pustaka
LP3ES.
Susanto, D. 2015. “Chinese Community In
Chinese-Indonesia Literary Works In The First Half Of The XX Century: Sociological Study Of Literature.†Dissertation PostGraduate Program Faculty Of Cultural Sciences.
University Of Gadjah Mada. Yogyakarta. 2015. Universitas Gadjah Mada. https://doi.org/10.20473/mozaik.v19i2.13890
Susanto, D. 2019. “Narasi Identitas Subjek Perempuan dalam Gadis Kolot (1939) Karya Soe Lie Piet: Kajian Kritik Sastra Feminis Pascakolonial.†MOZAIK Humaniora, 19, 160—171.
https://doi.org/10.20473/mozaik.v19i2.13890
Tioso, G. 2023. Perkumpulan Anak Luar Nikah. Noura Books.
Whitehead, A. 2009. Memory The New Critical Idiom. Routledge
Zamzuri, A. 2020. “Membaca Jatisaba: Menelisik Memori, Trauma, dan Jalan Pulang.†Widyaparwa , 48, 269–282. https://doi.org/10.26499/wdprw.v48i2.629


