Vol. 39 No. 1 (2011)
Open Access
Peer Reviewed

POTRET BAHASA KORAN-KORAN LOKAL DI YOGYAKARTA: ARAH TRANSFORMASI YANG DITAWARKAN, DAN IMPLIKASINYA

Authors

P Ari Subagyo

DOI:

10.26499/wdprw.v39i1.26

Downloads

Received: 2018-09-10
Accepted: 2018-09-10
Published: 2018-09-10

Abstract

Di Yogyakarta ada delapan koran lokal, yaitu Kedaulatan Rakyat, Bernas Jogja, Harian Jogja, Radar Jogja, Meteor Jogja, Kompas Yogyakarta, Koran Merapi, dan Express Jogja. Bahasa dalam delapan koran lokal itu (tengah) bertransformasi (berubah) menuju pada sosok bahasa berdaya ungkap nasional (Indonesia), sedangkan daya ungkap lokal digeser oleh daya ungkap global. Jadi, bahasa Indonesia dan bahasa asing (khususnya bahasa Inggris) semakin banyak digunakan, tetapi bahasa Jawa justru semakin ditinggalkan. Arah transformasi itu perlu disadari, dikritisi, dan diluruskan sebab koran-koran lokal seyogianya secara sadar mengambil peran dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal. Peran itu dapat dilakukan dengan menggunakan (kembali) unsur-unsur bahasa Jawa, terutama kata-kata afektif, idiom, dan ungkapan-ungkapan yang memuat kearifan lokal, di samping dengan rubrikasi. Wacana dalam koran-koran lokal di Yogyakarta dapat dijadikan bahan ajar mata pelajaran/kuliah Bahasa Indonesia. Namun, para guru/dosen Bahasa Indonesia harus selektif dan seyogianya memiliki pengetahuan yang cukup tentang ragam jurnalistik serta sejarah dan dinamika penggunaan bahasa dalam persuratkabaran di Indonesia.

Yogyakarta produces eight local newspapers, i.e. Kedaulatan Rakyat, Bernas Jogja, Harian Jogja, Radar Jogja, Meteor Jogja, Kompas Yogyakarta, Koran Merapi, and Express Jogja. The language use of those local nawspapers (are now) undergo(-ing) a transfomation (to be changing) into the frame of language with national expressing ability (National Language) on the one hand, and language with local expressing ability which are now being replaced by a language with global expression, on the other hand. Thus, while lndonesian and foreign (particularly English) languages are more intensively used, the local (Javanese) are to be true, more abandoned. This course of transformation, however, is necessary to be aware to, to criticize, and to correct in the consideration that the local newspapers should consciously have participated in the preservation and development of local cultures. These roles can be achieved by (re-)using the elements of Javanese language, especially those affective words, idioms, and any other kinds of expressions of local genius contents, along with any rubricating effort. The discourse of the local newspapers in Yogyakarta can be implemented for Indonesian language program as the school curriculum. Even more, the lecturers/teachers ought to be selective and had better been knowledgeable in journalism and the history and dynamics of language usages in the world of lndonesian newspapers.

Keywords:

bahasa Indonesia, bahasa fawa, bahasa asing, koran lokal, Yogyakarta, transformasi, budaya, peradaban, pembelajaran, Indonesian language, Javanese, foreign language, local newspapers, transformation, culture, civilization, lesson.

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

How to Cite

Subagyo, P. A. (2018). POTRET BAHASA KORAN-KORAN LOKAL DI YOGYAKARTA: ARAH TRANSFORMASI YANG DITAWARKAN, DAN IMPLIKASINYA. Widyaparwa, 39(1), 47–58. https://doi.org/10.26499/wdprw.v39i1.26

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.