REPRESENTASI MASKULINITAS DALAM CERITA RAKYAT KOMERING PITU PHUYANG
REPRESENTATION OF MASCULINITY IN THE KOMERING FOLKTALE PITU PHUYANG
DOI:
10.26499/wdprw.v54i1.1822Downloads
Abstract
Masculinity is part of social reality that needs to be studied in depth because it can provide a basic understanding of the gender problems that exist in everyday life. Pitu Phuyang is one of Komering's folk tales many of which represent the dominance of masculinity through the characters in the story. This research was conducted with the aim of describing of masculinity contained in the folklore of Komering Pitu Phuyang. Masculinity theory used in reference to Janet Saltzman Chafetz's (Sugiarti et al., 2022) division of seven areas of masculinity. The research method used is descriptive qualitative type. Tangible research data quotations of words or sentences contained in the main data source, folklore Komering Pitu Phuyang. Research data was collected using the note-taking technique. Once collected, the data is analyzed interactively. The research results show that Komering Pitu Phuyang folklore contains quite a dominance of masculinity complex. The seven areas of masculinity were found to be inherent in every action of the story characters. In general, the story characters are depicted as masculine men with the main characteristics of having strength and courage, aggressive, provider, possessing calm, leader, trustworthy, moral, and adventurous. This study is expected to contribute to understanding cultural identity, especially in relation to aspects of masculinity in modern society. Through this study, it is also expected to trigger new, more critical research in examining gender issues.
Maskulinitas merupakan bagian dari realitas sosial yang perlu dikaji secara mendalam karena dapat memberikan pemahaman mendasar terkait problematika gender yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Pitu Phuyang merupakan salah satu cerita rakyat Komering yang banyak merepresentasikan maskulinitas melalui tokoh-tokoh ceritanya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan maskulinitas yang terkandung dalam cerita rakyat Komering Pitu Phuyang. Teori maskulinitas yang digunakan merujuk pada pembagian tujuh area maskulinitas oleh Janet Saltzman Chafetz. Metode penelitian yang digunakan berjenis kualitatif deskriptif. Data penelitian berwujud kutipan kata ataupun kalimat yang terdapat dalam sumber data utama, cerita rakyat Komering Pitu Phuyang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan Teknik simak-catat. Setelah terkumpul, data dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Komering Pitu Phuyang merepresentasikan aspek maskulinitas yang cukup kompleks. Ketujuh area maskulinitas ditemukan melekat pada setiap tindakan tokoh-tokoh ceritanya. Secara umum, tokoh cerita digambarkan sebagai laki-laki maskulin dengan ciri utama memiliki kekuatan dan keberanian, agresif, penyedia, memiliki ketenangan, pemimpin, dipercaya, bermoral, dan berjiwa petualang.Â
Keywords:
gender, maskulinitas, cerita rakyat KomeringReferences
Baker, P. L., & Hotek, D. R. (2011). Grappling With Gender: Exploring Masculinity and Gender in The Bodies, Performance, and Emotions of Scholastic Wrestlers. Journal of Feminist Scholarship, 1(1), 49-64. https://digitalcommons.uri.edu/jfs/vol1/iss1/14
Bastari, H. (2019). Negeri Para Phuyang: Hikayat Komering Pitu Phuyang. Kebumen: Intishar Publishing.
Djamaris, E., Jaruki, M., Mu’jizah., Trisman, B. (1993). Nilai Budaya dalam Beberapa Karya Sastra Nusantara: Satra Daerah di Sumatra. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Enda, R. R. H., & Bano, V. O. (2021). Inventarisasi Cerita Rakyat Kabupaten Sumba Timur. Haluan Sastra Budaya, 5(2), 210-220. https://doi.org/10.20961/hsb.v5i2.46494
Fribadi, D. O. (2009). Representasi Maskulinitas dalam Drama TV Korea You’re Beautiful. Tesis (Tidak Diterbitkan). Universitas Indonesia. https://lontar.ui.ac.id/detail?id=20298292&lokasi=lokal
Gusmansyah, W. (2019). Dinamika Kesetaraan Gender dalam Kehidupan Politik di Indonesia. Jurnal Hawa, 1(1), 155-172. https://ejournal.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/hawa/article/view/2233
Husin, A. R. (2022). Mengenal Sastra Lisan di Maluku Utara. Kantor Bahasa Maluku Utara. Diunduh Melalui https://kantorbahasamalut.kemdikbud.go.id
Kastanya, H. (2016). Sastra Lisan sebagai Warisan Seni dan Budaya. https://kantorbahasamaluku.kemendikbud.go.id
Moleong, L. J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Murdiana, V. A. (2015). Representasi Maskulinitas dalam Iklan Yamaha CBU dan Yamaha YZF R15: Studi Analisa Semiotika Roland Barthes. Tesis (Tidak Diterbitkan. Universitas Sahid. https://repository.umj.ac.id/6791/1
Mutiah, R. (2019). Sistem Patriarki dan Kekerasan Atas Perempuan. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 10(1), 58-74. https://doi.org/10.20414/komunitas.v10i1.1191
Nasucha, Y. (2015). Dasar-dasar Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajaran. Surakarta: Pustaka Briliant.
Nurfaidah, R. (2018). Representasi Maskulinitas dalam Museum Ibu. Widyaparwa, 46(2), 205-219. https://doi.org/10.26499/wdprw.v46i2.170
Nursa’ah, K. (2014). Inventarisasi Cerita rakyat di Kabupaten Banjarnegara. Sutasoma: Journal of Javanese Literature, 3(1), 49-56.
https://doi.org/10.15294/sutasoma.v3i1.4031
Pamungkas, M. D., & Capri, W. (2023). Laki-laki dalam Belenggu Patriarki dan Toxic Masculinity di Media Sosial: Apakah Laki-laki Juga Mengalami Alienasi?. https://megashift.fisipol.ugm.ac.id
Poedjianto, S. A. (2014). Representasi Maskulinitas Laki-laki Infertil dalam Film Test Pack Karya Ninit Yunita. Tesis. Tidak Diterbitkan. Universitas Airlangga. https://repository.unair.ac.id/28771/
Pratami, R., Hasiholan, T. P. (2020). Representasi Maskulinitas Pria dalam Iklan Televisi Men’s Biore Cool Oil Clear. Jurnal Komunikasi, 14(2), 119-138. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol14.iss2.art2
Purwanti, M. (2018). Representasi Maskulinitas dalam Cerita Rakyat Jambi Bukit Perak. Journal of Language and Literature, 6(1), 18-28. http://dx.doi.org/10.35760/jll.2018.v6i1.2480
Sugiarti, S., Andalas, E. F., & Bhakti, A. D. P. (2022). Representasi Maskulinitas Laki-laki dalam Cerita Rakyat Nusantara. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(1), 181-196. https://doi.org/10.22219/kembara.v8i1.18245
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Penerbit Alfabeta.
Suseno, S., Nugroho, B. A. (2018). Alih Wahana Hujan Bulan Juni. Jurnal Sastra Indonesia, 7(3), 212-220. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi/article/view/29847
Yonata, F. (2020). Manifestasi Gender dalam Buku Ajar. Yogyakarta: Sulur Pustaka.
Yudistanti, E. R. M., & Suratnoaji, C. (2023). Representasi peran gender pada Iklan Video Tukar Tempat di Kanal Youtube Cerdas Berkarakter Kemendikbud RI. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 26-40. https://journal.unpas.ac.id/index.php/linimasa/article/view/6520
Yulianto, A. (2021). Maskulinitas Islam dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy. Jurnal Lingko: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan, 3(1), 1-16. http://doi.org/10.26499/jl.v3i1.83
License
Copyright (c) 2026 Widyaparwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


