NOMINA PEREMPUAN DI MEDIA MASSA DIGITAL: ANALISIS PROSODI SEMANTIS
DOI:
10.26499/wdprw.v51i1.1317Downloads
Abstract
Research on the semantic prosody of women's nouns in digital mass media can be a basis for observing how women are interpreted and discussed in digital mass media. This study aims to reveal the emergence of female nouns together with their environment that builds meaning in related sentences. Therefore, this research is concerned with the study of meaning and the principles governing the relationship between sentences or words and their meanings. A suitable approach in this study is a qualitative approach. The data sources for this research are news articles in digital mass media, namely Detik.com, Tribunnews.com, Sindonews.com, Okezone.com and Nova.grid.id at January—December 2022. The collected data are documented in the form of a txt file and processed with the Antconc 3.5.8 corpus processing application. The results of the study show that the female nouns used in digital mass media include perempuan, wanita, hawa, ibu, dara, cewek, putri, perawan, gadis, istri, and bini. Each of these nouns raises different collocations and semantic preferences so that they have different semantic prosodies.
Penelitian mengenai prosodi semantis nomina perempuan dalam media massa digital ini dapat menjadi landasan untuk mengamati bagaimana perempuan dimaknai dan diwacanakan dalam media massa digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemunculan nomina perempuan bersama dengan lingkungannya yang membangun makna dalam kalimat-kalimat yang terkait. Oleh karena itu, penelitian ini berkaitan dengan kajian terhadap makna dan prinsip-prinsip yang mengatur hubungan antara kalimat atau kata dan maknanya. Pendekatan yang cocok dalam mengkaji makna adalah pendekatan kualitatif. Adapun sumber data penelitian ini adalah artikel berita di media massa digital, yakni Detik.com, Tribunnews.com, Sindonews.com, Okezone.com dan Nova.grid.id periode Januari—Desember 2022. Data yang terkumpul didokumentasikan dalam bentuk file txt. dan diolah dengan aplikasi pengolah korpus Antconc 3.5.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nomina-nomina perempuan yang digunakan dalam media massa digital tersebut antara lain, perempuan, wanita, hawa, ibu, dara, cewek, putri, perawan, gadis, istri, dan bini. Masing-masing nomina tersebut memunculkan kolokasi dan preferensi semantis yang berbeda sehingga memiliki prosodi semantis yang berbeda-beda.
Keywords:
semantic prosody, women nouns, digital mass media, prosodi semantis, nomina perempuan, media massa digitalReferences
Anthony, L., & Ph, D. 2022. AntConc (Windows, MacOS , Linux) Getting Started ( No installation necessary ). 3–4.
Bednarek, M. 2008. Semantic preference and semantic prosody re-examined. Corpus Linguistics and Linguistic Theory, 4(2). https://doi.org/10.1515/CLLT.2008.006
Begagić, M. 2013. Semantic preference and semantic prosody of the collocation make sense. Jezikoslovlje, XIV(2), 403–416.
Eriyanto. 2001. Analisis wacana : pengantar analisis teks media (N. H. S.A. (ed.)). LKIS Yogyakarta.
KBBI, T. P. 2016. KBBI Daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Partington, A. 2004. “Utterly content in each other’s companyâ€: Semantic prosody and semantic preference. International Journal of Corpus Linguistics, 9(1). https://doi.org/10.1075/ijcl.9.1.07par
Rahim, H. A. 2005. Impak Konotasi Budaya terhadap Leksis: Satu Kajian Semantik berasaskan Korpus, ke atas Perkataan Perempuan dan Wanita. Jurnal Bahasa, 5(1), 83–111.
Stewart, D. 2009. Semantic prosody: A critical evaluation. In Semantic Prosody: A Critical Evaluation. https://doi.org/10.4324/9780203870075
Stubbs, M. 2009. The search for units of meaning: Sinclair on empirical semantics. Applied Linguistics, 30(1), 115–137. https://doi.org/10.1093/applin/amn052
Sugeha, A. Z. & N. I. 2006. Perbandingan Kolokasi Kata Ibu dan Bunda dalam Korpus Bahasa Indonesia. In Encyclopedia of Language & Linguistics.
Yuliawati, S. 2014. Analisis Berbasis Korpus : Kolokasi Kata - Kata Bermakna “Perempuan†dalam Media Sunda (Majalah Mangle, 2012 - 2013). Jurnal Ranah, 3(2), 2012–2013. https://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/article/view/42
Yuliawati, S. 2016. Profil Semantis Nomina Perempuan dalam Korpus Majalah Berbahasa Sunda (Manglè, 1958-2013). Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia 2016.
Yuliawati, S. 2018. Perempuan Atau Wanita? Perbandingan Berbasis Korpus Tentang Leksikon Berbias Gender. Paradigma, Jurnal Kajian Budaya, 8(1), 53. https://doi.org/10.17510/paradigma.v8i1.227


